Pasar Asia Akan Dibuka Mixed, Jelang Banjir Data Ekonomi Penting Dari Tiongkok

138

(Vibiznews – Index) – Pasar ekuitas di Asia tampaknya akan dibuka mixed menjelang banjir data ekonomi penting dari Tiongkok. Saham A.S. naik tipis semalam, dolar bergerak datar dan imbal hasil Treasury menguat baru-baru ini karena investor menunggu petunjuk mengenai kebijakan moneter dan reformasi pajak.

Indeks berjangka Jepang bergerak sedikit lebih tinggi di bursa Singapura, yang berpotensi mengindikasikan kemerosotan di Tokyo yang dimulai Kamis siang. Indeks saham di Hong Kong sedikit berubah, sementara saham dibuka melemah di Australia. Pound tetap lemah di tengah tekanan politik baru pada Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Seiring investor terus memantau perkembangan pembahasan reformasi pajak A.S., untuk hari Selasa ini, perhatian beralih ke data produksi industri China, nilai investasi pada aktiva tetap dan penjualan eceran.

Mario Draghi, Janet Yellen, Mark Carney dan Haruhiko Kuroda berbicara pada konferensi Bank Sentral Eropa pada hari Selasa. Angka inflasi dan penjualan otomotif A.S. dapat mempengaruhi peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve di akhir pecan nanti.

Kuroda mengatakan dalam sebuah pidato di Swiss Institute of International Studies, Universitas Zurich pada hari Senin bahwa BOJ akan terus bertahan dengan “pelonggaran moneter yang kuat” untuk memastikan bahwa ekspektasi inflasi dan kenaikan harga terus meningkat tidak terputus. Kuroda telah berulang kali mengatakan bahwa bank sentral perlu melanjutkan rangsangannya, bahkan saat bank sentral lainnya mulai mengambil langkah untuk memperketat kebijakan.

Data minggu ini termasuk laporan PDB untuk Jepang, Jerman, Italia dan kawasan euro, IHK di A.S., Inggris dan Spanyol, bersamaan dengan pekerjaan dan upah di Aussie.
Pejabat BOE menangani masa depan bank pada hari Kamis, sementara Draghi berbicara untuk kedua kalinya pada hari Jumat mendatang. Serangkaian penampilan Fed lebih jauh dapat menerangkan komitmen FOMC terhadap kenaikan suku bunga di bulan Desember nanti.
Para pedagang minyak akan berkumpul, berdesak-desakan di Abu Dhabi untuk mendapatkan akses ke dalam kekayaan minyak negara Emirat.

Saham

Indeks berjangka Nikkei 225 Stock Average Jepang naik di bursa Singapura.
Indeks S & P / ASX 200 Australia turun 0,7 persen pada awal perdagangan.
Indeks Hang Seng berjangka turun 0,1 persen.
Kontrak pada Indeks S & P 500 turun tipis pada pukul 8:39 pagi di Tokyo, indeks ini telah naik 0,1 persen pada hari Senin.
Indeks MSCI All-Country World turun 0,3 persen pada hari Senin.

Mata uang

Dolar Aussie mencapai titik terendah empat bulan di 76,10 sen dolar AS pada perdagangan Selasa, setelah turun 0,5 persen pada sesi sebelumnya.
Yen stabil di 113,65 per dolar, euro sedikit berubah pada $ 1,1665 dan pound Inggris berada di $ 1,3114 setelah turun 0,6 persen.

Obligasi

Imbal hasil pada Treasuries 10 tahun berada di 2,41 persen pada hari Senin setelah naik kurang dari satu basis poin demikian juga dengan imbal hasil imbal 10 tahun Australia naik satu basis poin menjadi 2,63 persen.

Komoditi

Harga minyak mentah West Texas Intermediate bergerak datar $ 56,77 per barel.
Harga emas menguat ke harga $ 1,277.80 per ounce, setelah hari Senin kemarin mengalami penurunan tipis.

Selasti Panjaitan/VMN/VBN/Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here