Harga Emas Naik Tertinggi 1,5 Bulan Terdukung Pelemahan Dolar AS

267

(Vibiznews – Commodity) Harga emas naik pada akhir perdagangan Selasa dinihari (28/11), terdukung pelemahan dolar AS.

Harga emas spot LLG naik 0,5 persen pada $ 1,294.44 per ons, setelah mencapai $ 1,299.13, tertinggi sejak 16 Oktober.

Harga emas berjangka A.S. untuk pengiriman Desember ditutup naik $ 7,10, atau 0,6 persen, di $ 1,294.40 per ons.

Pekan lalu, data PMI A.S. dan data barang modal di bawah ekspektasi, menekan dolar AS yang meluncur ke level terlemah dalam dua bulan

Melemahnya dolar bisa mendorong permintaan emas, membuat logam mulia lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Juga yang membebani dolar AS adalah risalah dari pertemuan Federal Reserve terakhir, yang menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan prihatin dengan inflasi rendah dan dapat mewaspadai kenaikan suku bunga dengan cepat.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga karena mereka cenderung menguatkan dolar dan mendorong yield obligasi A.S. menguat, mengurangi daya tarik emas yang tidak menghasilkan. Jerome Powell, calon pengganti Janet Yellen sebagai ketua Fed tahun depan, dijadwalkan hadir di hadapan Kongres pada hari Selasa.

Juga pada hari Selasa, Trump akan bertemu dengan Senat Republik untuk membahas peraturan reformasi pajak yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi A.S.

Di antara harga logam mulia lainnya, perak naik 0,5 persen pada $ 17,06 per ons, platinum naik 0,6 persen pada $ 945,65 dan paladium naik 0,9 persen pada $ 1,006.25.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas selanjutnya berpotensi naik jika dolar AS berlanjut melemah. Namun perlu diwaspadai adanya upaya profit taking. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,296-$ 1,298, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,292-$ 1,290.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here