Dolar AS Naik Tipis Terdukung Optimisme Undang-undang Reformasi Pajak AS

133

(Vibiznews – Forex) Dolar AS naik tipis terhadap sekeranjang mata uang utama pada akhir perdagangan Kamis dinihari (07/12), terdukung optimisme kemajuan undang-undang perpajakan A.S. dan upaya pembuat undang-undang untuk mencegah “government shutdown” A.S. pada hari Sabtu.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang saingan, naik 0,25 persen pada 93,61.

Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat A.S. mulai mengambil posisi mereka dalam undang-undang pajak akhir pada hari Selasa, beberapa hari menjelang perundingan dengan Senat untuk membentuk paket pajak.

Partai Republik berharap untuk menyetujui undang-undang pajak akhir dan mengirimkannya ke meja Presiden Donald Trump sebelum Natal. Jika berhasil, ini akan menjadi perombakan pajak utama A.S. yang pertama dalam 31 tahun dan kemenangan legislatif Republik besar pertama sejak Trump mulai menjabat pada bulan Januari.

Para pemimpin Demokrat di Kongres pada hari Senin menerima sebuah undangan untuk bertemu dengan Trump dan Partai Republik untuk melakukan pembicaraan guna mencegah penutupan, bahkan saat Demokrat mendesak tuntutan pada prioritas pendanaan dan melindungi imigran muda.

Indeks dolar bergerak lebih tinggi setelah data dari prosesor payrolls menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta A.S. mereda pada bulan November bahkan saat sektor manufaktur menambahkan sebagian besar pekerjaan dalam setidaknya 15 tahun.

Dolar melemah 0,30 persen terhadap yen Jepang.

Analis menghubungkan beberapa kelemahan dolar terhadap yen terhadap kekhawatiran bahwa pengumuman Trump yang akan datang bahwa Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dapat mengancam stabilitas di wilayah tersebut.

Yen cenderung mendapatkan keuntungan selama tekanan geopolitik atau keuangan karena Jepang adalah negara kreditur terbesar di dunia dan ada anggapan bahwa investor Jepang akan memulangkan dana jika terjadi krisis.

Sterling memperpanjang penurunan sebelumnya untuk mencapai level terendah satu minggu setelah editor politik surat kabar Sun mengatakan di Twitter bahwa kesepakatan Brexit tidak mungkin minggu ini.

Sterling melemah 0,53 persen terhadap dolar di $ 1,179.

Dolar Kanada mencapai titik terendah tiga hari terhadap dolar A.S. setelah Bank of Canada mempertahankan suku bunga stabil.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks dolar AS akan bergerak positif dengan optimisme disahkannya undang-undang reformasi pajak dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS bulan Desember ini. Namun perlu dicermati kondisi politik di AS, yang jika bergejolak dapat menekan dolar AS.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here