Nikkei Melonjak 1,5 Persen Tutup Sebagian Kerugian Besar Kemarin

113

(Vibiznews – Index) – Saham Asia bergerak turun, sedikit di atas posisi terendah dua bulan pada hari Kamis ini karena beberapa saham-saham teknologi bangkit kembali walaupun harga jual minyak dan tembaga masih lemah ditengah ketidakpastian mengenai kebijakan A.S. membuat banyak investor berhati-hati.

Bursa berjangka utama Eropa diperdagangkan lebih tinggi, dengan indeks DAX Jerman naik 0,4 persen, sementara saham FTSE dari Inggris dan CAC Prancis masing-masing naik 0,1 persen.

Indeks MSCI terbesar di Asia Pasifik di luar Jepang, naik tipis 0,2 persen karena beberapa pelaku teknologi rebound, dengan Tencent naik lebih dari 3 persen dan Alibaba lebih dari 2 persen. Indeks MSCI telah tergelincir 4,5 persen dari kenaikan puncak 10 tahun pada 23 November karena investor membukukan keuntungan setelah kenaikan pada tahun ini.

Di Jepang, Nikkei. N 225 melonjak 1,5 persen, menutup sebagian besar kerugian 2,0 persen pada hari sebelumnya, yang merupakan penurunan terbesar sejak akhir Maret.Ada juga kekhawatiran akan reaksi keras di Timur Tengah dari pengakuan Presiden Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Sebuah aksi jual tanpa ampun di saham teknologi A.S., yang telah menekan ekuitas global dalam beberapa pekan terakhir, sedikit mereda dengan saham teknologi S & P 500 memantul 0,75 persen.

Harga minyak tergelincir dengan posisi terendah dua minggu setelah penurunan yang besar pada hari Rabu, ketika kenaikan tajam persediaan bahan bakar AS pada yang mencapai rekor mingguan. Harga minyak mentah West Texas Intermediate crude futures diperdagangkan pada $ 56,14 per barel, naik 0,3 persen di perdagangan Asia namun tidak jauh dari level terendah Rabu di $ 55,87.

Brent berjangka naik 0,3 persen menjadi $ 61,42 per barel, setelah turun ke $ 61,13 pada hari Rabu, terendah sejak pertengahan November.

Harga tembaga, yang dipandang sebagai barometer kesehatan ekonomi global karena penggunaan industri yang luas, juga turun tajam awal pekan ini, meningkatkan kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan dunia. Tembaga diperdagangkan pada $ 6.542 per ton, turun 0,1 persen untuk hari ini dan mendekati level terendah dua bulan di $ 6,507,5 yang disentuh pada hari Selasa.
Silver memperpanjang penurunannya sejak akhir bulan lalu mencapai level terendah lima bulan di bawah $ 15,94 per ounce.

Di pasar mata uang, dolar berada di dekat level tertinggi dua minggu terhadap sekeranjang mata uang namun tidak memiliki momentum karena banyak pemain melihat bagaimana Partai Republik A.S. di DPR dan Senat akan menjembatani perbedaan dalam rancangan UU perpajakan yang baru.

Euro berada di $ 1,1791, setelah tergelincir ke level terendah dua minggu di $ 1,1780 pada hari Rabu. Dolar terhadap Yen, turun menjadi 112,53, bergerak menjauh dari ketinggian yang dicapai pada hari Senin yaitu di 113,09, yang merupakan level terbaiknya dalam lebih dari dua minggu.

Pound Inggris berada dalam posisi defensif setelah mencapai titik terendah satu minggu di $ 1,3358 pada hari Rabu karena kekhawatiran kesepakatan Brexit mungkin tidak mungkin terjadi sebelum KTT Uni Eropa minggu depan karena kebuntuan pada permasalahan perbatasan Irlandia. Pound terakhir diperdagangkan pada $ 1,3363, turun 0,2 persen dari tingkat akhir A.S. Namun, pada akhir perdagangan Asia, telah ditarik kembali ke $ 13.960, naik sekitar 2,5 persen pada hari itu.

Selasti Panjaitan/VMN/VBN/Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here