Kemana Arah Ekonomi Global 2018 ?

400

Memasuki tahun 2018 perekonomian secara global terlihat cukup memiliki harapan karena pertumbuhan ekonomi di berbagai belahan dunia secara umum lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Bank-bank sentral tidak terlalu sibuk melakukan intervensi pada pergerakan di pasar, demikian juga deflasi tidak menjadi momok yang dominan pada tahun ini.

Ekonomi Jepang tidak dalam bayang-bayang kegagalan lagi, ekonomi negara-negara Eropa menunjukkan posisi lebih kuat dibanding gelombang kebrangkutan yang mengancam pada era-era sebelumnya, ekonomi Cina terus menunjukkan kekuatannya demikian juga ekonomi Brazil terlihat lebih baik.

Beberapa indikasi yang perlu diperhatikan memasuki tahun 2018 ini yang apabila terjadi bisa mempengaruhi perekonomian secara global, diantaranya :

1. Apakah Federal Reserve mampu mempertahankan kebijakan-kebijakan yang tidak membuat ekonomi terpeleset pada era kepemimpinan Jerome Powell pada tahun 2018 ini ? Janet Yellen telah berhasil dengan mulus meningkatkan suku bunga secara bertahap hingga tiga kali. Faktor yang cukup membuat gangguan kebijakan FED yaitu bila terjadi peningkatan pengangguran melebih prediksi dan selanjutnya inflasi mengikutinya. Kondisi ini akan menggoda FED menahan laju inflasi dengan meningkatkan suku bunga melebihi harapan pasar, apabila hal ini terjadi maka akan mengakibatkan goncangan pada pasar investasi yang masih mengasumsikan suku bunga rendah.

2. Apakah ekonomi Cina meningkat pertumbuhannya pada tahun ini? estimasi pertumbuhan ekonomi Cina pada tahun 2017 sedikit melambat dan banyak pengamat memperkirakan pertumbuhan pada tahun 2018 juga masih melambat. Kemungkinan bila pemerintah menahan ekspansi perusahaan-perusahan milik negara yang sedang terlibat hutang, maka untuk mengurangi tekanan hutangnya pemerintah berusaha menahan ekspansi, hal ini kemungkinan akan memperlambat pertumbuhan ekonominya. Kekuatan ekonomi Cina sudah menjadi indikator global yang sangat mempengaruhi perdagangan dengan negara-negara mitra dagangnya, sehingga performance-nya sangat berpengaruh pada perdagangan global.

3. Apakah pengurangan pajak yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat yang sudah ditanda-tangani oleh presiden Donald Trump, dimana tarif pajak korporasi diturunkan menjadi 21% ini akan memicu negara-negara maju lainnya untuk melakukan penyesuaian. Tentunya pengurangan pajak korporasi mempunyai dampak ekspansi bagi korporasi dan hal ini mempengaruhi daya saing terhadap negara-negara maju lainnya.

4. Apakah suasana geopolitic memiliki dampak dominan pada tahun ini ? Di benua Amerika, sikap presiden AS Donal Trump yang akan menarik diri dari NAFTA bisa menimbulkan goncangan politik yang mempengaruhi apakah calon presiden yang akan dipilih pro atau kontra dengan kebijakan tersebut, misal pemilihan presiden Mexico kemungkinan besar sangat dipengaruhi oleh agenda-agenda seperti ini. Namun kondisi ekonomi tidak hanya dipengaruhi oleh AS, sebab beberapa negara baik Indonesia sendiri, demikian juga Malaysia negara tetangga kita juga mempersiapkan pemilihan pemimpin negara, dimana persaingan antar kekuatan politik sudah pasti tidak terlepas dari harapan para pelaku ekonomi, hal ini sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi.

Dengan memperhatikan faktor-faktor ini maka kita sedikit bisa melihat kemana arah ekomomi global pada tahun 2018 dan kemana arah ekonomi Indonesia pada tahun ini.

Kristanto/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center  
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here