Dolar AS Berupaya Bangkit; Mingguan Masih Lemah

549

(Vibiznews – Forex) Dolar AS naik pada akhir pekan Sabtu dinihari (06/01), setelah penurunan singkat, karena para investor memperhitungkan laporan non farm payroll A.S. Desember yang lebih lemah dari perkiraan tidak akan menghalangi Federal Reserve menaikkan suku bunga beberapa kali tahun ini meski secara bertahap.

Jumlah non farm payroll A.S. meningkat 148.000 pekerjaan bulan lalu. Para ekonom memperkirakan kenaikan pekerjaan 190.000. Data pekerjaan untuk data bulan Oktober dan November direvisi untuk menunjukkan 9.000 pekerjaan yang lebih sedikit yang diciptakan daripada yang dilaporkan sebelumnya.

Dolar sempat tergelincir setelah angka yang lebih lembut dari perkiraan, namun sejak saat itu kembali pulih.

Pasar masih menghargai hampir 70 persen kemungkinan bank sentral A.S. akan menaikkan suku bunga pada bulan Maret, menurut CME’s Fedwatch.

Satu titik terang dalam laporan ketenagakerjaan A.S. Desember adalah kenaikan dalam pertumbuhan upah, kata para analis. Rata-rata pendapatan per jam naik 9 sen atau 0,3 persen pada Desember setelah mendapatkan 0,1 persen pada bulan sebelumnya. Itu menaikkan kenaikan upah tahunan menjadi 2,5 persen dari 2,4 persen di bulan November.

Pada perdagangan tengah hari, dolar naik 0,37 persen terhadap yen menjadi 113,16, sementara euro turun 0,18 persen terhadap dolar menjadi $ 1,2045. Itu menempatkan indeks dolar, sebuah ukuran nilai greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,2 persen pada hari itu.

Indeks dolar berakhir naik 0,16 persen pada 92,01. Namun untuk minggu ini dolar AS masih melemah 0,3 persen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan dolar AS akan bergerak positif dengan optimisme kenaikan suku bunga beberapa kali dalam tahun ini. Juga jika malam nanti data Consumer Inflation Expectatios Desember meningkat, akan menguatkan dolar AS.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here