Market Outlook, 8-12 January 2018

877

(Vibiznews – Editor’s Note) Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia berakhir  positif, masih dalam rekor kedua tertinggi tahun ini pada 6,353.74, masih sedikit dibawah rekor minggu sebelumnya pada level 6,355.65. Untuk minggu berikutnya (8-12 Januari) IHSG kemungkinannya akan bergerak positif setelah bursa Wall Street meraih rekor tertinggi pada akhir pekan, juga perkiraan data ekonomi AS yang sebagian besar positif akan menguatkan bursa Wall Street dan IHSG. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 6400 dan 6450, sedangkan support di level 6300 dan kemudian 6250.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat bergerak positif terbantu pergerakan dollar AS yang merosot, di mana secara mingguan rupiah menguat ke level 13,398. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,450 dan 13,500, sementara support di level 13,350 dan 13,300.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data JOLTs Job Openings November pada Selasa malam yang diindikasikan meningkat, Wholesales Inventories November yang diindikasikan meningkat pada Rabu malam ; Initial Jobless Claim pada Kamis malam yang diindikasikan menurun; berikutnya data Inflation Rate Desember dan Retail Sales pada Jumat malam yang diindikasikan melemah.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Business dan Consumer Sentiment Desember dan Retail Sales November Zona Eropa pada Senin sore yang diindikasikan meningkat, Unemployment Rate November Zona Eropa pada Selasa sore yang diindikasikan menurun, Balance of Trade November Jerman yang diperkirakan meningkat, Industrial dan Manufacturing Production Desember Inggris pada Rabu sore yang diindikasikan meningkat, juga Balance of Trade November Inggris yang diperkirakan menurun pada Rabu sore, Produksi Industri November Zona Eropa Kamis sore yang diindikasikan meningkat, GDP Growth 2017 Jerman pada Kamis sore yang diperkirakan meningkat.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Consumer Confidence Jepang Desember pada Selasa pagi yang diindikasikan meningkat, Business Confidence Desember Australia yang diperkirakan meningkat pada Rabu pagi, Inflation Rate Tiongkok Desember yang diindikasikan meningkat pada Rabu pagi, Balance of Trade, Ekspor, Impor Desember Tiongkok yang diindikasikan melemah pada Jumat pagi.

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar akhir pekan berakhir naik 0,12 persen pada 92,01 mengabaikan data non farm payroll AS yang lemah dari perkiraan, namun secara mingguan index dollar AS masih melemah 0,30 persen. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau menguat ke 1.2028. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2130 dan kemudian 1.2230, sementara support pada 1.1920 dan 1.1820.

Poundsterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3564 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3660 dan kemudian 1.3760, sedangkan support pada 1.3460 dan 1.3360. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 113.02. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 114.00 dan 115.00, serta support pada 112.00 serta level 111.00. Sementara itu, Aussie dollar secara mingguan terpantau menguat ke level 0.7861. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7960 dan 0.8060, sementara support level di 0.7760 dan 0.7660.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum bergerak mantap bahkan meraih rekor tinggi memasuki awal tahun 2018 ini.  Indeks Nikkei akhir pekan naik ke level tertinggi 26 tahun menguat ke level 23714. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 24200 dan 24700, sementara support pada level 23200 dan lalu 22700. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat tertinggi 10 tahun ke level 30814. Minggu ini akan berada antara level resistance di 31000 dan 31200, sementara support di 30600 dan 30400.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir positif mencapai posisi rekor tertinggi. Dow Jones Industrial secara mingguan naik ke level 25295, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 25500 dan 25700, sementara support di level 25100 dan 24900. Index S&P 500 minggu lalu melemah terbatas ke level 2743, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2800 dan 2860, sementara support pada level 2700 dan 2660.

Pasar Emas

Untuk pasar emas akhir pekan berakhir lemah dengan menguatnya dolar AS mengabaikan data non farm payroll yang lemah, namun secara mingguan menguat 1 persen oleh pelemahan dollar AS sebelumnya, menguat ke level $1317.84 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1328 dan berikut $1338, serta support pada $1308 dan $1300.

Memasuki awal tahun 2018 ini penting untuk memperhatikan rilis data ekonomi minggu ini, yang dapat mempengharuhi pergerakan pasar baik di Amerika Serikat, Eropa dan Asia. Memperhatikan faktor penggerak jangka pendek  seperti data ekonomi sangat penting, disamping beberapa faktor penggerak dominan seperti pergerakan ekonomi AS seperti suku bunga AS dan reformasi pajak AS, juga kondisi politik AS. Ekonomi terbesar kawasan Asia seperti Tiongkok juga menjadi perhatian dunia, yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar. Perkembangan ekonomi dan politik  di Eropa seperti Brexit di Inggris dan politik di Jerman juga menjadi perhatian. Tak lupa kawasan Asia, khususnya di Timur Tengah yang bergejolak dapat mempengaruhi pergerakan komoditas. Memasuki awal tahun baru 2018 ini mari maju dan optimis bersama Vibiznews! Salam Sukses!

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here