Utang Pemerintahan Amerika Serikat Melonjak 2 Kali Lipat

296

Pekan lalu imbal hasil atau yield obligasi Amerika Serikat alami lonjakan ke posisi tertinggi sejak tahun 2014 yang naik ke posisi 2,71%. Vibiznews melihat kenaikan tersebut di pengaruhi oleh laporan pinjaman pemerintah federal AS untuk tahun 2018 oleh Departemen Keuangan AS. Treasury AS mengumumkan angka pinjaman mereka di tahun 2018 yang meningkat 2 kali lipat dari tahun sebelumnya, bahkan menjadi pinjaman terbesar dalam 6 tahun.

Departemen Keuangan AS anggarkan pinjaman pemerintah sebanyak $935 miliar untuk tahun fiskal 2018, naik sekitar $519 miliar dari pinjaman pemerintah tahun fiskal 2017. Jumlah lonjakan pinjaman ini pernah terjadi sebelumnya pada masa pemerintahan Presiden Ronald Reagen, yang banyak diperuntukkan belanja militer.

Jumlah pinjaman untuk tahun 2018 tersebut nantinya akan ditingkatkan lagi untuk tahun selanjutnya sesuai dengan planning dari pemerintahan Trump. Treasury Trump rencanakan pinjaman akan mencapai $1 triliun lebih di tahun 2019 dan $1,1 triliun lebih untuk tahun 2020. Kondisi ini merupakan salah satu sebutan bagi diri Presiden Trump saat kampanye jadi presiden, yaitu “king of debt” atau raja hutang.

Sebelum anggaran ini diumumkan, telah terjadi perdebatan sebelumnya di Kongres AS yang mempertanyakan membengkaknya jumlah pinjaman pemerintahan Trump. Kantor Anggaran Kongres AS melihat jumlah penerimaan pajak pemerintah akan menurun apalagi sejak diberlakukannya UU pajak baru.

 

Dengan jumlah pinjaman yang membengkak ini menurut analis Vibiznews akan menambah defisit anggaran AS yang kini terpantau sekitar $647 miliar. Bahkan Komite  Anggaran Federal yang bertanggung jawab memperkirakan defisit pemerintahan AS, defisit anggaran akan mencapai $1 triliun lebih pada 2019.

 

Jul Allens, Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here