Harga Property Residensial Triwulan IV 2017 Tumbuh Meningkat

722

(Jakarta Vibiznews – Property) – Properti di Indonesia masih tetap tumbuh dan berkembang, pembangunan rumah residensial terus dilakukan belum lagi program rumah DP 1% yang digagas Presiden Jokowi yang juga saat ini terus dilakukan. Kebutuhan akan tempat tinggal yang terus meningkat, memicu harga property meningkat.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Bank Indonesia maka Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia pada triwulan IV 2017 mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan IV 2017 yang tumbuh 0,55% (qtq), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan IHPR pada triwulan sebelumnya sebesar 0,50% (qtq). Kenaikan harga rumah terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe menengah (0,79%,qtq), dengan kenaikan tertinggi terjadi di Bandar Lampung (1,80%, qtq).

Secara tahunan, Indeks Harga Properti juga meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, dari 3,32% (yoy) menjadi 3,50% (yoy). Peningkatan harga rumah tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja. Kenaikan harga rumah diperkirakan berlanjut pada triwulan I 2018 sebesar 0,72% (qtq).

Volume penjualan rumah pada triwulan IV 2017 tumbuh meningkat. Penjualan rumah tumbuh 3,05% (qtq), lebih tinggi dibandingkan penjualan rumah pada triwulan III 2017 yang tumbuh 2,58% (qtq). Perkembangan sektor properti residensial tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi domestik yang terus berlangsung pada triwulan IV 2017.

Sejalan dengan meningkatnya penjualan property residensial, penyaluran KPR dan KPA pada Triwulan IV 2017 juga menunjukkan kenaikan.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial oleh pengembang terutama bersumber dari dana nonperbankan. Sebanyak 56,18% pengembang menggunakan dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial. Sementara itu, pembiayaan pembelian properti residensial oleh konsumen terutama bersumber dari perbankan. Sebanyak 75,93% konsumen memanfaatkan KPR sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial.

 

Sumber : Bank Indonesia

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here