Market Outlook, 12-16 February 2018

351

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia kembali tergerus oleh arus dana investor asing yang mengalir keluar dengan bursa Wall Street dan regional Asia yang terus melorot, sehingga secara mingguan bursa ditutup melemah ke level 6,505.52. Untuk minggu berikutnya (12-15 Februari) –Jumat nanti ada libur nasional Tahun Baru Imlek- IHSG kemungkinannya akan berupaya rebound karena sudah di area beli dengan tetap melihat indikasi dari bursa global. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 6659 dan 6720, sedangkan support di level 6426 dan kemudian 6344.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat bergerak melemah lagi sementara dollar AS sedang menjadi pilihan investor di tengah merosotnya bursa saham, di mana secara mingguan rupiah melemah ke level 13,623. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,648 dan 13,723, sementara support di level 13,520 dan 13,373.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core CPI m/m, Core Retail Sales m/m, dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; disambung dengan rilis PPI m/m pada Kamis malam; berikutnya data Building Permits pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data CPI y/y Inggris pada Selasa sore; selanjutnya rilis Flash GDP q/q Eropa pada Rabu sore; diakhiri dengan data Retail Sales m/m Inggris pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Employment Change Australia pada Kamis pagi; kemudian pengumuman BI 7-Day Repo Rate pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level 4.25%.

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar melanjutkan rebound-nya oleh bargain hunting mata uang dan pilihan dollar sebagai safe haven asset, di mana secara mingguan index dollar AS melemah tipis ke level 89.18. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau melemah ke 1.2248. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2517 dan kemudian 1.2839, sementara support pada 1.2165 dan 1.1915.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.3823 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.4277 dan kemudian 1.4344, sedangkan support pada 1.3838 dan 1.3457. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 108.78. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 110.47 dan 113.38, serta support pada 108.04 serta level 107.13. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7813. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.8043 dan 0.8135, sementara support level di 0.7758 dan 0.7501.

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah mengikuti Wall Street yang terus melorot oleh investor yang meninggalkan asset berisiko. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau melemah ke level 21890. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 23490 dan 24125, sementara support pada level 21075 dan lalu 20210. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 29444. Minggu ini akan berada antara level resistance di 31404 dan 33510, sementara support di 29110 dan 28116.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau lanjut merosot tajam membukukan kinerja mingguan terburuknya dalam dua tahun terakhir dalam pasar mingguan yang sangat volatile. Dow Jones Industrial secara mingguan melemah ke level 24172, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 25988 dan 26608, sementara support di level 23360 dan 23242. Index S&P 500 minggu lalu melemah ke level 2617.6, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2763 dan 2872, sementara support pada level 2532 dan 2488.

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau turun oleh menguatnya dollar secara global walau agak tertahan oleh dorongan safe haven, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang melemah tipis ke level $1315.56 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1350 dan berikut $1374, serta support pada $1306 dan $1276. Di Indonesia, harga spot emas terpantau menguat tipis ke level Rp579,670 per gram.

 

Pasar investasi nampaknya masih akan terus bergejolak. Adanya isyu inflasi, bank sentral yang mungkin lebih agresif, serta pemulihan ekonomi yang parsial, menimbulkan harga yang volatile untuk sejumlah pilihan investasi, serta tentunya koreksi di sana-sini.  Gejolak pasar bisa berbentuk volatilitas yang tinggi pada satu periode, dapat juga berupa gelombang naik turun dalam irama yang diwarnai dengan ketidakpastian di periode waktu yang lainnya. Memang demikian situasi dan kondisi pasar. Untuk ambil keuntungan terhadap pasarnya, nampaknya, kitalah yang harus menambahkan pengetahuan dan keahlian (skill) dalam berinvestasi. Bagaimanapun, tidak ada salahnya sama sekali seseorang untuk menambah pengetahuan dan skill. Itu suatu bentuk investasi tersendiri juga. Untuk itu, Anda dapat belajar bersama vibiznews.com. Terimakasih bagi Anda yang telah tetap bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews! Tak lupa disampaikan juga bagi Anda yang merayakan: Selamat Tahun Baru Imlek 2569.

 

Analyst: Alfred Pakasi

Editor: J. John

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here