Harga Minyak Sesi Asia Terganjal Peningkatan Pasokan Mingguan AS

548

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah jatuh lebih awal perdagangan Kamis (03/05) di sesi Asia, tertekan kenaikan persediaan minyak mentah AS dan rekor produksi AS mingguan, yang melawan upaya kelompok produsen OPEC untuk memangkas pasokan dan menaikkan harga.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 28 sen, atau 0,4 persen, pada $ 67,65 per barel pada 0004 GMT.

Harga minyak mentah berjangka Brent berada di $ 73,04 per barel, turun 32 sen, atau 0,4 persen, dari penutupan terakhir mereka.

Harga ditarik oleh laporan dari Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada hari Rabu yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS melonjak 6,2 juta barel menjadi 435,96 juta barel dalam seminggu hingga 27 April, menandai tertinggi 2018.

Produksi minyak AS juga mencapai rekor baru 10,62 juta barel per hari (bpd), lompatan lebih dari seperempatnya sejak pertengahan 2016.

Amerika Serikat kini memproduksi lebih banyak minyak mentah daripada eksportir utama dan pemimpin OPEC Arab Saudi. Hanya Rusia saat ini memompa lebih banyak minyak, sekitar 11 juta bpd.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak dapat bergerak turun dengan meningkatnya persediaan minyak mentah mingguan AS. Namun perkiraan terjadinya pengenaan sanksi kembali AS kepada Iran, berpotensi menaikkan harga minyak mentah. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 67,20-$ 66,20, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 68,20-$ 68,70.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here