Survey Konsumen Mei 2018 : Optimisme Konsumen Meningkat

277

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Survei Konsumen Bank Indonesia mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat pada Mei 2018. Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2018 sebesar 125,1 lebih tinggi dibandingkan dengan 122,2 pada bulan sebelumnya, jadi meningkat 2,9 poin dari bulan sebelumnya.

Kenaikan IKK pada Mei 2018 terjadi pada hampir seluruh kategori pengeluaran responden, tertinggi pada kategori pengeluaran Rp 1 – 2 juta per bulan.Sementara berdasasrkan kelompok usia, kenaikan IKK terjadi pada responden berusia 20 – 50 tahun. Secara spasial, penguatan IKK terjadi di 8 kota pelaksana survey, tertinggi di kota Medan (14,4 poin), diikuti oleh kota Bandung (7,8 poin).

Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini menguat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.  Keyakinan konsumen yang lebih tinggi didorong oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 116,1 meningkat 5,9 poin dari bulan sebelumnya, khususnya Indeks Penghasilan dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama, adanya Tunjangan Hari Raya (THR) dan menyambut Hari Raya Idul Fitri.. Kenaikan IKE didorong oleh  meningkatnya persepsi konsumen terhadap penghasilan saat ini dan meningkatnya pembelian barang tahan lama (durable goods),tercermin dari kenaikan Indeks Penghasilan Saat Ini dan Indeks Pembelian durable goods pada bulan Mei 2018 masing-masing sebesar 9,6 poin dan 9,1 poin.  Secara spasial, peningkatan IKE terjadi di 10 kota, tertinggi pada Bandung  (22 poin).

Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sedikit menurun (0,2 poin) dari bulan sebelumnya terutama disebabkan oleh melemahnya ekspektasi kegiatan usaha pada 6 bulan mendatang.

Hasil survei juga mengindikasikan penurunan tekanan inflasi pada 3 bulan mendatang (Agustus 2018) dari bulan sebelumnya. Hal itu tercermin pada Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 3 bulan mendatang sebesar 180,0, lebih rendah dari 183,6 pada bulan sebelumnya. Konsumen memperkirakan menurunnya tekanan kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh normalnya kembali permintaan pasca Hari Raya dan terjaganya pasokan barang, baik makanan maupun non makanan.

Sumber : Bank Indonesia

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting Group

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here