Industri Perbankan Masih Selektif Menyalurkan Kredit Pertambangan

216

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Industri perbankan masih selektif menyalurkan kredit ke sektor pertambangan. Hal ini tercermin dari penyaluran kredit ke sektor pertambangan yang masih mengalami penurunan.

Dari data analisis uang beredar yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) per April 2018 menunjukan secara total kredit investasi (KI) dan kredit modal kerja (KMK) ke sektor pertambangan dan penggalian mengalami penurunan sebesar 21,6% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 89,9 triliun dari Rp 114,7 triliun di tahun sebelumnya.

Bank-bank apa saja yang masih menyalurkan kredit ke sektor pertambangan?

  1. PT Bank Mandiri Tbk yang mengungkapkan masih menyalurkan ke sektor pertambangan, terutama untuk pertambangan non batubara seperti tembaga dan emas. Alasan lain, pihaknya mengatakan rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) di sektor ini juga terus mengalami penurunan.
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga masih masuk ke sektor pertambangan. Namun besaran portofolio ke sektor tersebut memang sangat tipis, karena untuk meminimalisir resiko kredit bermasalah, baru sebesar 2,6% dari total kredit korporasi
  3. PT Bank OCBC NISP Tbk juga masih menyalurkan kredit ke sektor pertambangan, meskipun hanya sekitar 4% dari total portfolio kredit.

Sementara, untuk korporasi non BUMN, total eksposur kredit BRI ke pertambangan baru sebesar 2,6% dari total kredit korporasi Rp 82 triliun, atau setara Rp 2,13 triliun. Selain ke segmen korporasi, BRI juga masih menyalurkan kredit pertambangan untuk segmen menengah dan kecil. Hingga kuartal I-2018, total kredit menengah dan kecil ke sektor tambang senilai Rp 4,68 triliun atau 3% dari total kredit segmen ini yang mencapai Rp 156,2 triliun.

Sebagai informasi tambahan, data BI menunjukan per April 2018 bila dilihat dari jenis kreditnya, KMK ke sektor pertambangan menunjukan penurunan paling dalam sebesar 26,9% yoy menjadi Rp 44,2 triliun. Jenis kredit ini terus mengalami penurunan sejak bulan 7 bulan terakhir.

Dalam hitungan satu bulan, KMK sektor pertambangan dan penggalian sudah turun cukup besar dari Rp 49,2 triliun atau menurun 10% lebih secara month on month (mom). Hal serupa juga terjadi pada KI sektor pertambangan yang juga menurun, setidaknya dalam 8 bulan terakhir. Bila dilihat secara persentase penurunannya, per April 2018 KI sektor pertambangan menurun 15,8% secara yoy. Lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang turun 15,7% yoy. Jadi, secara total KI dan KMK juga mengalami penurunan. Dalam satu bulan, per April 2018 kredit sektor ini sudah turun 5,36% dibanding bulan Maret 2017.

 

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting Group

Editor : Asido Situmorang

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here