Euro Capai Tertinggi Sebulan, Pasar Tunggu Hasil Pertemuan ECB

160

(Vibiznews – Forex) – Euro naik ke level tertingginya dalam sebulan tetapi saham dunia melemah pada hari Kamis, karena Bank Sentral Eropa bersiap untuk mencabut stimulus senilai 2,55 triliun euro, yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga AS untuk kedua kalinya tahun ini dan mengisyaratkan akan ada dua kali kenaikan lagi.

Semua sektor pada indeks Pan-Eropa STOXX 600 berada di wilayah negatif, dipimpin saham sumber bahan baku dasar yang mengalami penurunan sebesar 1,3 persen ditambah data yang lemah dari konsumen logam besar China.

Dolar meningkat setelah langkah Fed, kemudian memudar di Asia dan kemudian anjlok karena euro mendorong di atas menjadi $ 1,1820 EUR = EBS sebelum ECB bertemu.

Imbal hasil Treasury AS untuk 10 tahun, melayang kembali meskipun menjadi 2,96 persen setelah sempat memuncak 3 persen semalam.

Di Asia, data penjualan ritel China dan data investasi China yang sangat lemah juga memukul sentimen, bank sentral Cina membiarkan bunganya ditahan, daripada mengikuti the Fed, seperti yang sering terjadi.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang kehilangan 1,0 persen. Saham Korea Selatan .KS11 dan Taiwan .TWII turun lebih dari satu persen.

Jepang Nikkei N225 turun 0,6 persen. Di Cina daratan, indeks komposit Shanghai SSEC mencapai 20-bulan penutupan terendah, anjlok 0,4 persen.

Komplikasi terbesar bagi ECB mungkin prospek ekonomi yang semakin keruh. Benua yang menghadapi perang dagang dengan Amerika Serikat, tantangan populis dari pemerintah baru Italia dan menurunnya permintaan ekspor.

Pasar juga berada ditengah kekhawatiran tentang ancaman AS untuk menerapkan tarif terhadap $ 50 miliar barang-barang Cina. Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan penasihat perdagangan nanti untuk memutuskan apakah akan mengaktifkan tariff.

Dolar berada pada 110,06 yen JPY = setelah jatuh dari tiga minggu tertinggi di 110,85 menyusul keputusan The Fed.

Dolar Australia jatuh 0,35 persen menjadi $ 0,7551 AUD = D4 setelah data ekonomi China yang buruk, tapi yuan menunjukkan reaksi sedikit CNY = CFXS, terutama setelah PBOC memilih untuk tidak menaikkan suku bunga acuannya.

Beberapa mata uang negara berkembang telah terpukul keras oleh kekhawatiran akan suku bunga AS yang lebih tinggi, dapat mendorong investor untuk mengalihkan dana ke Amerika Serikat.

Rand Afrika Selatan rebound dari terendah enam bulan ZAR = D3, lira Turki mencoba naik dan peso Meksiko MXN = D2 pulih dari terendah 16-bulan.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner Vibiz Consulting Group
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here