Opsi Terbitkan Surat Utang Banyak Dilirik Perbankan

281

(Vibiznews – Bonds & Mutual Fund) – Opsi pendanaan wholesale funding mulai dilirik perbankan. Hal ini bisa dilihat dari rencana bank pada tahun ini dan tahun depan yang akan menerbitkan surat utang sebagai pelengkap dana pihak ketiga (DPK).

Surat utang ini dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk produk, seperti obligasi, subdebt atau medium term notes (MTN). Produk non DPK ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan bank untuk jangka menengah dan panjang.

Bank apa saja yang akan menerbitkan surat utang?

  1. Bank Rakyat Indonesia (BRI), tahun ini akan merilis global bond sebesar US$ 500 juta, hal ini dilakukan untuk mengganti surat utang yang jatuh tempo 5 tahun yang lalu. Selain global bond berdenominasi dollar AS, BRI juga berencana untuk menerbitkan obligasi subordinasi sebesar Rp 500 miliar pada semester II 2018 sesuai rencana recovery plan. Selain dua instrumen itu, BRI juga masih mengurus izin untuk menerbitkan penawaran umum berkelanjutan (PUB).
  2. Bank CIMB Niaga juga berencana untuk menerbitkan wholesale funding. “Tujuannya untuk diversifikasi pendanaan,” demikian disampaikan oleh Frans Alimhamzah, Direktur Bisnis Banking CIMB Niaga.
  3. Bank Bukopin akan menerbitkan obligasi subordinasi pada kuartal 1 2019, sedangkan pada Semester II 2018 bank akan menerbitkan MTN.
  4. Bank Mayapada berencana menerbitkan obligasi subordinasi, penerbitan surat utang tersebut untuk diversifikasi pendanaan dan pengembangan usaha.
  5. Bank Mandiri pun menyebut masih akan melanjutkan rencana untuk menerbitkan obligasi pada tahun 2018, sejalan dengan sisa emisi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tahap III, maksimum sebesar Rp 3 triliun, selambat-lambatnya Bank Mandiri akan menerima proses perizinan pada bulan September 2018 mendatang.
  6. PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) berencana menerbitkan obligasi mencapai Rp 600 miliar di akhir kuartal II 2018, pendanaan yang diperoleh tersebut akan digunakan untuk memperkuat sisi permodalan alias capital adequacy ratio (CAR). Saat ini posisi CAR perseroan ini masih berada di level 15,49%. Dengan penerbitan obligasi tersebut diharapkan posisi CAR pada akhir tahun 2018 mencapai 19,36%. Bank Sumut juga akan mendapatkan penambahan modal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebanyak Rp 180 miliar.

 

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting Group

Editor : Asido Situmorang

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here