Market Outlook, 2-6 July 2018

693

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu pasar modal di Indonesia masih melemah sekalipun di akhir pekan melonjak 2 persen, sebagian besar tertekan pelemahan mata uang Rupiah, kekuatiran kenaikan lanjutan suku bunga AS dan defisitnya neraca perdagangan. Secara mingguan IHSG berada pada level 5,799.24. Untuk minggu berikutnya (2–6 Juli) IHSG berpeluang naik dengan menguatnya bursa Wall Street dan mata uang Rupiah. Secara mingguan, IHSG berada antara support level di posisi 5780 dan kemudian 5680, sedangkan resistance level di 5820 dan kemudian 5920.

Mata uang rupiah secara mingguan melemah ke level Rp14,325. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,363 dan 14,400, sementara support di level 14,270 dan 14,200.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data ISM Manufacturing PMI Juni AS pada Senin malam; data ADP Employment Change Juni dan ISM Non Manufacturing PMI Juni pada Kamis malam; rilis FOMC Minutes pada Jumat dinihari, juga data Balance of Trade Mei, Non Farm Payrolls Juni dan Unemployment Rate Juni pada Jumat malam
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Unemployment Rate Mei Zona Eropa pada Senin sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Tankan Large Manufacturers Index Q2 Jepang dan Caixin Manufacturing PMI Juni Tiongkok pada Senin pagi; rilis RBA Interest Rate Decision pada Selasa siang; data Balance of Trade Mei Australia pada Rabu pagi

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar turun tipis tertekan perang dagang AS yang terus berlanjut sementara mata uang saingannya seperti Euro menguat dengan tercapainya kesepakatan migrasi di Eropa, dimana indeks dolar AS secara mingguan turun tipis 0,05 persen pada 94.47. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.1681 pasca dicapainya kesepakatan migrasi dan penguatan data inflasi zona Eropa. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1611 dan 1.1562, sementara resistance pada 1.1767 dan kemudian 1.1820.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.3202 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3333 dan kemudian 1.3460, sedangkan support pada 1.3123 dan 1.3036. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 110.68. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 111.26 dan 112.13, serta support pada 109.21 serta level 108.53. Sementara itu, Aussie dollar terpantau turun ke level 0.7401. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7456 dan 0.7516, sementara support level di 0.7361 dan 0.7331.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum merosot terpicu kekuatiran perang dagang AS dengan mitra dagang utamanya. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau merosot ke level 22305. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 22850 dan 23339, sementara support pada level 21870 dan lalu 21355. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir merosot ke level 28955. Minggu ini akan berada antara level resistance di 29434 dan 29961, sementara support di 28455 dan 27928.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau mengalami penurunan. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah ke level 24271, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 24357 dan 24418, sementara support di level 24115 dan 24023. Index S&P 500 minggu lalu turun ke level 2718, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2747 dan 2778, sementara support pada level 2693 dan 2664.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau melemah terpicu prospek kenaikan suku bunga, sehingga membawa turun harga emas spot ke level $1252.55 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1263 dan berikut $1273, serta support pada $1243 dan $1233.

Minggu lalu pasar bergejolak. Perang dagang yang sempat mereda, muncul lagi. Pasar mengharapkan perang dagang berhenti, sehingga memberikan dukungan kenaikan. Namun yang terjadi sebaliknya, perang dagang semakin meluas. Dalam mengembangkan investasi, perlu mencermati gejolak sentimen dan prediksi yang akan terjadi, sehingga dapat memberikan arah keputusan investasi. Karena itu Anda para investor terus cermati update dan berita, baik regional maupun global. Kami, vibiznews.com, website investasi yang menyajikan sumber dan informasi akan menemani Anda pembaca setia Vibiznews. Maju terus! Kesuksesan Anda adalah harapan kami.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here