Emas Minggu Lalu & Arah Minggu Ini

190

(Vibiznews-Commodity) Harga emas dan perak sedikit turun pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Jumat minggu lalu. Rilis data laporan pekerjaan AS dipandang bagus, tetapi harga metal berharga hanya bereaksi sedikit kepada berita tersebut. Emas berjangka Comex bulan Agustus terakhir diperdagangkan turun $1.90 per ons pada $1,257.00. Perak Comex bulan Juli terakhir diperdagangkan turun $0.022 pada $16.075 per ons.

Laporan pekerjaan Amerika Serikat dari Departemen Tenaga Kerja, yang diamati dengan cermat memberikan hasil Non-Farm Payrolls muncul di 213.000 yang adalah lebih tinggi dari perkiraan consensus sebesar 195.000. Angka pekerjaan non-farm bulan April dan Mei juga direvisi naik sebanyak 37.000 bersih. Namun, tingkat pengangguran secara keseluruhan naik ke 4.0% pada bulan Juni dari sebelumnya 3.5% pada bulan Mei, sebagian besar disebabkan karena lebih banyak yang akan menjadi pekerja sedang memasuki pasar pekerjaan. Angka penghasilan perjam rata-rata yang sangat ketat diawasi, untuk bulan Juni naik sebanyak 5 sen, menjadi $26.98 . Upah pada periode yang sama naik 2.7% per tahun. Secara keseluruhan, laporan pekerjaan ini masuk kubu dari kebijakan moneter yang “hawkish”, yang ingin Federal Reserve untuk menaikkan tingkat bunga pada kecepatan yang lebih cepat. Pasar menunjukkan reaksi yang sedikit kepada laporan ini.

Amerika Serikat dan Cina tetap menuju kepada perang dagang dengan skala penuh. Kedua negara pada hari Jumat minggu lalu memberlakukan sanksi perdagangan yang telah diumumkan sebelumnya. Cina mengatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan perang dagang yang terbesar dalam sejarah perekonomian. Dunia kerja tidak bereaksi banyak kepada berita ini, dengan pergerakan yang saling menyambut ini telah diperkirakan sepenuhnya. Namun, risalah pertemuan FOMC yang dirilis pada hari Kamis minggu lalu menunjukkan anggota komite kuatir perang dagang akan membatasi pertumbuhan ekonomi AS.

Perhatian pasar emas yang utama pada minggu ini adalah potensi dari kejatuhan ekonomi yang diakibatkan retorika perang dagang yang meningkat dan jalur “hawkish” dari kenaikan tingkat bunga Federal Reserve.

Pada hari Jumat RBC Capital Markets commodity strategist Christopher Louney memberitahukan Kitco News bahwa ketidak pastian adalah hal baru yang normal pada saat ini.

Louney menambahkan bahwa pada saat ini pasar sedang memalingkan pikiran mereka dari emas sebagai opsi untuk menghindari resiko dan menggantikannya dengan dolar AS yang mengalami “rally”, untuk emas bisa benar-benar mengalami pemulihan setelah terjadinya aksi jual yang besar pada minggu lalu, perang dagang yang benar-benar harus menjadi kenyataan, bukannya hanya sekedar suatu pemikiran mengenai resiko.

Sekarang ini, pandangan yang dominan adalah bahwa perang dagang bisa berakhir menjadi semacam badai, menurut ING commodities strategist Oliver Nugent.

Nugent menambahkan, “Skenario perang dagang yang tidak bisa diperkirakan akan menjadi positip bagi emas karena hal ini akan menghentikan arus safe haven ke dolar AS dan merubah arah kembali ke emas.” Nugent juga melihat rally dolar AS akan melemah dalam jangka pendek, menyebutkan bahwa pandangan “bearish” secara structural dan pemilu termin pertengahan Amerika Serikat pada bulan November bisa menjadi badai bagi dolar AS.

Sebagian besar ekonom melihat ketegangan perdagangan lebih lanjut akan mempengaruhi perkiraan ekonomi secara negatif, yang akan menguntungkan bagi harga emas.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here