Pada Akhir Minggu Lalu Semua Harga Biji-Bijian Naik

143

(Vibiznews – Commodity) – Harga biji-bijian pada akhir minggu lalu mengalami kenaikan karena terjadi pembelian pada harga rendah dan juga penutupan posisi pada akhir minggu.

Harga gandum Juli di CBOT naik 8 ¾ sen menjadi $5.12 ¾ per bushel.
Laporan ekspor yang berakhir 28 Juni sebesar 440,102 MT lebih tinggi dari perkiraan, tapi turun 21.9% dari minggu lalu dan turun 10.6% lebih rendah dari tahun 2017 pada periode yang sama. Taiwan adalah pembeli terbanyak sebesar 97,600MT kemudian Mexico sebesar 88,300 MT. Pengiriman gandum pada minggu ini sebesar 387,135 MT hanya setengahnya dari pengiriman tahun lalu pada periode yang sama namun naik 8.5% dari minggu lalu. Dari laporan departemen pertanian AS tender untuk gandum dari Jepang membeli 79,770 MT dari AS dan Australia, dari AS sebesar 51,720 MT.

Harga kedelai September naik 38 ¼ sen menjadi $ 8.83 ¼ per bushel.

Kenaikan harga kedelai adalah untuk menutup posisi dengan membeli pada harga rendah di akhir minggu. AS dan Cina melaksanakan tarif bea masuk sebesar $34 milyar. Pelaksanaan dari tariff bea masuk membuat harga kedelai menjadi turun karena akan ada penurunan dari pembelian kedelai Cina, dimana Cina adalah pembeli utama kedelai AS. Tapi hal ini bisa menjadi keuntungan bagi negara lain di luar Cina untuk membeli kedelai AS dengan harga murah, akibatnya harga bisa bergerak naik kembali.

Data FAS memperlihatkan persediaan lama yang sudah dibeli adalah sebesar 561,646 MT mingguan sampai 28 Juni lebih tingi dari perkiraan. Naik 56.7% dari minggu lalu dan 79.8% lebih besar dari tahun lalu pada periode yang sama. Cina mengalihkan pembeliannya sebesar 366,000 ke negara lain. Masih ada pembelian sebesar 771,487 MT yang belum dikirimkan. Penjualan dari persediaan baru sebesar 458,772 MT. Pengiriman kedelai sebesar 937,827 MT naik 172,4% dari tahun lalu dan 87,4% dari minggu lalu. Pembeli terbesar adalah dari Belanda sebesar 162,100 MT kemudian Mexico sebesar 154,500 MT.

Harga Jagung September ditutup 8 sen menjadi $3.60 ¼ perbushel

Export dari persediaan lama pada minggu yang berakhir 28 Juni di bawah perkiraan sebesar 440,696 MT. Hanya setengahnya dari minggu yang lalu dan lebih besar 39.37% dari tahun lalu pada periode yang sama.
Pengiriman ke daerah yang tidak dikenal turun 228,800 MT. Negara pembeli yang terbesar adalah Mexico sebesar 144,800 MT. Pembelian persediaan baru dibawah perkiraan sebesar 232,138 MT.

Export jagung pada minggu akhir bulan Juni sebesar 1.515 MT, naik dari minggu sebelumnya dan naik 48.39% dari tahun lalu pada periode yang sama. Faktor cuaca akan sangat mempengaruhi hasil jagung pada musim penanaman ini tingginya suhu pada bulan Juli akan sangat mengurangi kesuburan tanah, dan juga banjir yang timbul pada akhir musim panas ini merusak akar-akar dan kadar nitrogen di tanah, akibatnya tanaman rusak dan hasil panen bisa sedikit. Semua ini akan menggerakan harga jagung meningkat.

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here