Emas Turun; USD Naik

219

(Vibiznews-Commodity) Emas turun pada hari Selasa kemarin, ditekan oleh dolar AS yang menguat, dan kemungkinan bisa mengetest kembali kerendahan selama 7 bulan setelah gagal dalam berusaha untuk menembus lebih tinggi dari sesi sebelumnya.

Metal safe-haven mengalami tekanan dari pandangan kurangnya resiko geopolitik pada dunia kerja saat ini. Indeks dolar AS yang lebih tinggi pada hari kemarin juga negatif untuk pasar metal berharga.

Pasar saham bercampur semalam. Indeks saham AS mengarah sedikit lebih tinggi pada pembukaan sesi perdagangan New York. Rally pasar saham baru-baru ini memberikan bukti kurangnya keengganan terhadap resiko di pasar pada saat ini, meskipun perang dagang Amerika Serikat – Cina sedang bergolak.

Emas berjangka bulan Agustus terakhir diperdagangkan turun $8.50 per ons pada $1,251.10. Perak Comex bulan Juli terakhir diperdagangkan turun $0.109.10 pada $16.03 per ons.

Carsten Fritsch, commodity analyst pada Commerzbank di Frankfurt mengatakan,”Jika menguatnya dolar AS ini berlanjut, kita bisa melihat test kerendahan yang lain di $1,240, kerendahan dari minggu lalu dan pertengahan Desember, suatu level tehnikal yang krusial.” Bullion telah mengalami trend turun sejak menyentuh $1,365.23 pada tanggal 11 April 2018, posisi yang terkuat dalam hampir tiga bulan.

Indeks dolar AS naik 0.2% terhadap sekeranjang dari 6 matauang utama dunia lainnya pada 94.263 setelah jatuh ke level terendah sejak pertengahan Juni pada hari Senin. Dolar yang menguat telah membuat emas yang berdenominasikan “greenback” menjadi lebih mahal bagi para pemegang matauang lainnya.

Para investor juga sedang dalam posisi “sidelines” menunggu perkembangan perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat, kata Dick Poon, general manager, Heraeus Metals Hong Kong Ltd. Minggu lalu. Isu-isu geopolitik seperti kebingungan keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan pernyataan Presiden AS Trump bahwa Cina sedang menghambat progres denuklirisasi Korea Utara, telah memberikan dukungan terhadap emas. Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Cina bisa jadi sedang berusaha untuk membuat tergerlincir usaha Amerika Serikat dalam mendenuklirisasi Korea Utara. 

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here