Saham Asia Berusaha Bertahan, Pasar China Masih Terguncang

230

(Vibiznews – Index) – Saham Asia pada Kamis berjuang untuk mempertahankan kenaikan sebelumnya di bursa Wall Street yang naik karena optimisme terhadap laporan keuang emiten, sementara itu karena kegelisahan perang dagang, guncang pasar saham dan mata uang China, yuan capai posisi terendah satu tahun.

Saham Eropa diperkirakan akan dibuka sedikit lebih rendah, dengan melihat kegerakan mendatar di indeks FTSE, Inggris yang awalnya dibuka lebih rendah mulai dari 0,1 sampai 0,2 persen juga akan bergerak lemah mulai dari Perancis CAC dan DAX Jerman.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang berdiri kurang dari 0,1 persen, menyerah dari banyak keuntungan yang dicapai sebelumnya yaitu 0,56 persen. Nikkei Jepang kehilangan 0,13 persen.

Shanghai Composite Index turun 0,6 persen, yang sempat pulih dari level terendah satu setengah tahunnya yang dicapai pada awal bulan ini. Sektor teknologi-berat di indeks Shenzhen Composite anjlok 1,0 persen.

Di Wall Street, Dow Jones Industrial Average naik 0,32 persen dan S & P 500 naik 0,22 persen mencapai tertinggi lebih dari lima bulan, sementara Nasdaq Composite menurun sedikit dengan 0,01 persen.

Indeks S & P 500 diperkirakan akan meningkat 21,4 persen pada kuartal kedua, naik dari perkiraan 20,7 persen pada 1 Juli. Dari 48 perusahaan di indeks yang telah melaporkan sejauh ini, 87,5 persen membukukan laba di atas ekspektasi analis.

Wall Street juga didukung oleh Powell menegaskan bahwa ekonomi AS adalah sehat, meskipun ia memperingatkan bahwa meningkatnya proteksionisme dunia dari waktu ke waktu akan menimbulkan risiko bagi ekspansi ekonomi global.

Terhadap yen, dolar mencapai enam setengah bulan tertinggi yaitu di 113,140 yen pada Rabu dan terakhir berdiri di lebel 112,80 yen.

Euro diambil $ 1,1644, setelah mencapai terendah dua minggu dari $ 1,1602 hari sebelumnya.

Kekhawatiran tentang perang dagang antara Amerika Serikat dan China memukul yuan, yang mengalami satu tahun terendah di 6,7800 per dolar dan 6,7427 dalam perdagangan lepas pantai dan darat.

Minyak mentah AS terakhir diperdagangkan di $ 68,69 per barel, turun 0,1 persen di Asia setelah kenaikan 1,0 persen pada Rabu, sementara Brent turun 0,3 persen pada $ 72,70.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner Vibiz Consulting Group
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here