Laju Dollar AS Dibayangi Profit Taking Pasar

110

(Vibiznews – Forex) – Di awal perdagangan forex  awal pekan ini pada hari Senin (06/08) posisi dollar AS terhadap mata uang major kembali memimpin permintaan pasar paling kuat setelah pekan sebelumnya melaju cukup tinggi. Namun pada sesi Amerika malam ini terpantau laju dollar mulai dipangkas.

Diujung sesi Asia tadi dollar AS naik ke level tertinggi sejak 19 Juni di 95,52, namun tertekan kembali hingga sesi Amerika malam ini.  Meskipun indeks dolar kembali alami tekanan, tidak berarti posisi dollar sulit tinggal di wilayah positif. Kekuatan dollar saat ini  Saat ini, DXY naik 0,2% pada hari di 95,35.

Kurangnya penggerak fundamental pada hari Senin memberikan dukungan kenaikan dollar karena investor terus menaikkan ekspektasi kenaikan dua tingkat suku bunga pada sisa tahun ini setelah laporan pekerjaan pekan lalu. Menurut CME Group Fed Watch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga 25 bps pada bulan September sekarang di 93,6% dan kemungkinan satu kenaikan suku bunga pada bulan Desember adalah 66,7% dibandingkan dengan 65,1% pada 3 Agustus.

Sementara itu, imbal hasil obligasi 10-tahun, yang menguji pegangan 3% pekan lalu, diperpanjang lebih rendah ke 2,925% pada hari Senin, sehingga sulit bagi dollar untuk terus mengumpulkan kekuatan terhadap rekan-rekannya.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap mata uang major dibuka lebih rendah dari perdagangan sebelumnya pada posisi 95.52. Lalu bergerak naik hingga sampai ke posisi tinggi di 95.50 dan sempat juga ke posisi rendah di 95.23.

Untuk pergerakan selanjutnya analis Vibiz Research Center memperkirakan pair EURUSD akan bergerak pada kisaran support 95.21 -94.87. Dan jika bergerak bullish akan mendaki ke kisaran 95.54 – 96.20.

 

Jul Allens/VMN/VBN/Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group 
Editor: Jul A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here