IHSG Berakhir Melemah Tipis ke 6.091, Bursa Asia Variatif

178

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa sore ini (7/8) terpantau ditutup melemah tipis -0,16% atau -9,88 poin ke level 6.091,250 setelah dibuka stabil di level 6.100,003.  Pasar tampak berupaya take profit setelah kemarin melejit 1,56% oleh rilis laporan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2018 sebesar 5,27% yoy.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini terpantau ditutup menguat ke level Rp 14.435, sedangkan dollar AS terus terkoreksi di pasar Asia dan Eropa. Rupiah tampil menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.465.

Mengawali perdagangannya, terlihat IHSG stabil melemah tipis di level 6.100,003. Indeks LQ45 juga turun 0.280 ke 970,928. Sampai ke istirahat siang, IHSG turun 16,342 poin (0,27%) ke 6.084,789. Indeks LQ45 turun 5,822 poin (0,60%) ke 965,368.

IHSG bergerak dalam rentang terbatas dan ditutup melemah di level 6.091,250. IHSG tercatat melemah tipis -0,16% atau -9,88 poin. Terlihat enam dari sepuluh sektor yang melorot. Sektor agrikultur yang sedang menunggu keputusan penggunaan biodiesel 20% (B20) tercatat paling turun yaitu 0,86%, berikutnya sektor keuangan sebesar 0,75% yang masih berkutat dengan tren kenaikan bunga. Sektor yang menanjak antara lain pertambangan sebesar 1,37% dan industri dasar sebesar 1,29%. Tercatat sebanyak 215 saham yang turun, 168 saham naik, dan 131 lainnya tidak bergerak.

Pada hari ini perdagangan saham melibatkan jual beli 9,1 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,8 triliun. Tercatat juga investor asing melakukan pembelian Rp 69 miliar di pasar reguler dan Rp 106 miliar di pasar keseluruhan.

Sementara itu, bursa regional hari ini ditutup variatif, dengan bursa Asia umumnya menguat.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top loosers di antaranya: PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini terdorong oleh aksi ambil untung, sesuai prediksi kemarin, mengingat secara teknikal mulai memasuki area overbought setelah menanjak signifikan sesi kemarin. Resistance saat ini berada di level 6.220 dan 6.360. Sedangkan bila berlanjut tekanan jual di level ini, support ke level 5910, dan bila tembus ke level 5842.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here