Harga Karet Turun Dari Harga Tertinggi Tiga Minggu Pada Penutupan Pasar di Akhir Pekan

567

(Vibiznews – Commodity) – Setelah mencapai harga tertinggi tiga minggu maka harga karet turun kembali pada penutupan pasar pada akhir minggu ini.

Harga karet Januari di TOCOM turun 2.2 yen menjadi 172.3 yen (USD 1.55) per kg, harga karet sempat menyentuh harga tertinggi tinggi tiga minggu sejak 19 Juli pada harga 174.5 pada penutupan pasar kemarin.
Turunnya harga karet karena harga minyak mentah kembali turun akibat perang dagang antara Cina dan AS.
Pengaruh turunnya harga karet di Shanghai membuat harga karet di Jepang juga turun.

Harga karet Januari di Shanghai Futures Exchange turun 140 yuan menjadi 12,380 yuan (USD 1,812 ) perton
Penerapan bea masuk untuk barang import Cina di AS bisa saja diterapkan terhadap Jepang, sekarang Jepang sedang menunggu kapankah penerapan bea masuk AS berlaku terhadap barang-barang Jepang.

Sementara harga karet yang rendah mempengaruhi daerah-daerah penghasil di Asia Tenggara seperti Thailand, dan Myammar.

Pemerintah Thailand membayar para petani Thailand untuk menghentikan menanam karet untuk menaikkan harga karet. Departemen Pertanian Thailand akan mengurangi area penanaman 80,000 are per tahun selama 5 tahun ke depan. Rencana ini akan mengurangi produksi sebesar 40,000 sampai 50,000 metrik ton pertahun.

Pemerintah membayar sampai $480 per rai (0.4 are) sampai 10 rai per keluarga untuk menghentikan penanaman karet. Program ini mulai diterapkan bulan Agustus ini dan mendorong petani untuk mengganti kebun karet menjadi tanaman seperti beras dan sejenisnya.

Skema pengurangan tanaman karet pernah di buat dalam perjanjian ‘ International Natural Rubber Agreement”, pada tahun 1980 dan berakhir tahun 1999.

Pada bulan Januari Pemerintah Thailand kembali melakukan perjanjian dengan Indonesia dan Malaysia untuk mengurangi ekspor karet sebesar 350,000 ton pada tiga bulan pertama pada tahun 2018.

Setelah pelaksanan pengurangan ekspor hal yang terjadi harga karet Thai bertahan di $1,7560 perkg pada awal Mei namun turun ke $1,48 pada 26 Juli lalu. Saat ini Thailand memiliki 7.2 juta menjadi 8 juta are tanaman karet, akibat terjadi penanaman yang berlebih pada tahun 2011.

Negara Myamar dianjurkan untuk masuk dalam organisasi ANRPC (Association of Natural Rubber Producing Countries ) untuk kepentingan pemasaran dari hasil perkebunan karetnya.

Myamar biasanya menghasilkan 100,000 ton karet per tahun, namun 3 – 4 tahun terakhir produksinya hanya 60,000 ton saja produksi berkurang dan harga karet juga melemah sehingga pekerja karet beralih ke pekerjaan lain atau bekerja ke luar negeri. Dari 500,000 pohon karet hanya 300,000 dapat memproduksi lateks sisanya ditebang dan kayunya dijual.

Untuk dapat mengembangkan diri maka pemerintah mengajukan diri ke parlemen untuk ikut ANRPC.
Analisa tehnikal resistant pertama 183.22 yen dan berikut ke 183.86 yen sedangkan support pertama di 169.25 yen dan berikut ke 168.55 yen.

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here