Perang Dagang Dan Sanksi Iran Tekan Harga Minyak Mentah Dunia

168

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak merosot pada Jumat di tengah kekhawatiran bahwa perselisihan perdagangan meningkat antara Washington dan Beijing yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan permintaan untuk bahan bakar, bahkan disaat sanksi baru AS terhadap Iran yang diperkirakan akan memperketat pasokan.

Minyak mentah Brent berjangka bulan depan LCOc 1 berada di $ 71,88 per barel pada pukul 06:46 GMT, turun 19 sen, atau 0,3 persen dari penutupan terakhir mereka.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) di AS, CLc 1 turun 22 sen, atau 0,3 persen, pada $ 66,59 per barel.

Harga minyak mentah turun karena kemungkinan perlambatan pertumbuhan ekonomi karena meningkatnya ketegangan perdagangan.

Untuk minggu ini, harga Brent sudah hampir 2 persen jatuh, sementara WTI sedang menuju penurunan hampir mencapai 3 persen.

Dalam putaran tarif terbaru, China mengatakan akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 25 persen atas impor dari AS senilai US $ 16 miliar.

Tumbuhnya ketegangan perdagangan global juga telah menyebabkan kemerosotan dalam mata uang negara-negara berkembang utama seperti India, Turki dan Cina.

Devaluasi ini telah membuat impor minyak, yang diperdagangkan dalam dolar AS, lebih mahal, berpotensi mengurangi permintaan.

Penjualan mobil China turun 4,0 persen pada Juli dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 1,89 juta kendaraan, demikian data yang dilansir oleh asosiasi industri otomotif China pada hari Jumat, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas dampak potensial dari perang dagang antara AS dan China.

Meskipun kekuatan lain, termasuk Uni Eropa, Cina dan India yang menentang sanksi, banyak negara yang diperkirakan akan tunduk pada tekanan Amerika.

Para analis memperkirakan nilai ekspor minyak mentah dari Iran akan anjlok menjadi berkisar antara 500.000 barel per hari (bph) dari 1,3 juta barel per hari, dengan pembelinya adalah Jepang, Korea Selatan dan India.

Juga tidak jelas apakah China, pembeli terbesar minyak mentah Iran, akan tunduk pada tekanan Washington.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner Vibiz Consulting Group
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here