Emas Minggu Lalu & Arahnya Minggu Ini

242

(Vibiznews-Commodity) Pergerakan harga emas ibarat seekor ikan salmon yang berenang melawan arus. Harga emas telah bergerak naik lebih tinggi secara substantsial, Namun, diperdagangkan lebih rendah pada hari Jumat minggu lalu sebagai akibat langsung dari kekuatan dolar AS yang ekstrim.

Apa yang kita lihat adalah contoh yang paling murni dari suatu pelarian kepada assets “safe-haven”. Baik dolar AS maupun emas adalah “safe-haven” assets, dan apa yang kita lihat bukanlah ikan salmon yang melawan arus, melainkan dua “safe-haven” assets yang sedang meraup keuntungan dengan dolar AS secara jelas menuai keuntungan yang paling banyak.

Kenaikan yang masif dari dolar AS dan pergerakan yang besar dari harga emas pada hari Jumat minggu yang lalu adalah suatu akibat dari krisis yang terjadi di Turki. Krisis ekonomi di Turki memiliki efek yang dalam atas pasar keuangan yang disebabkan oleh ketakutan bahwa krisis ekonomi dari suatu negara bisa menyebar ke ekonomi negara lainnya.

Saham Amerika Serikat diperdagangkan dibawah tekanan pada hari Jumat minggu lalu dengan Dow Jones Industrial Average turun hampir 200 poin, dengan kerugian yang sama di derita juga baik oleh S&P 500 maupun NASDAQ komposit. Pada kenyataanya, ketiga indeks saat ini turun sekitar 7/10 persen.

Walaupun para analis dengan benar percaya bahwa apabila krisis keuangan di Turki berkembang itu akan memberikan pengaruh yang dalam atas harga emas, pertanyaan yang sesungguhnya adalah apakah keuntungan di emas bisa mengkompensasi kekuatana dolar AS dalam arti yang sesungguhnya?

Jelas emas telah membuat pergerakan yang besar apabila di pasangkan dengan matauang negara lainnya seperti dolar Euro dan poundsterling Inggris. Namun, apabila emas dipasangkan dengan dolar AS, itu adalah pertempuran yang sulit, dan khususnya pada hari Jumat minggu lalu, dolar AS muncul sebagai pemenang yang jelas.

Indeks dolar AS telah naik hampir 9/10 persen di dalam perdagangan pada hari Jumat minggu lalu dan berhenti pada 96.18. Meskipun dolar AS menguat secara luas, harga emas tetap memperoleh keuntungan pada jam terakhir untuk menjadi positip pada hari Jumat minggu lalu, dimana harga emas hanya naik 0.2% pada hari itu ke $1215.

Pada minggu ini, baik Wall Street maupun Main Street melihat harga emas akan naik, berdasarkan survei emas mingguan dari Kitco News.

Lima belas professional pasar mengambil bagian di dalam survei Wall Street. Sepuluh responden atau 67% mengatakan harga emas akan naik, sementara tiga atau 20% mengatakan turun sedangkan dua responden sisanya atau 13% memprediksi pasar “sideways”. Sementara, dari 694 responden di Main Street Survey, 311 orang atau 45% memperkirakan harga emas akan naik pada minggu ini. 271 orang atau 39% mengatakan emas akan turun sedangkan 112 atau 16% mengatakan pasar “sideways”.

Para pedagang dan analis di Wall Street menyebutkan ekspektasi atas kebangkitan dari penurunan belakangan ini, dengan kekuatiran atas Turki bisa membawa kepada potensi pembelian emas.

Saham bank-bank Eropa yang punya hubungan erat dengan Turki jatuh tajam pada hari Jumat minggu lalu, dan kelemahan didalam matauang negeri itu meningkat. Ada kekuatiran pengaruh Presiden Tayyip Erdogan atas kebijakan moneter memperburuk hubungan dengan Amerika Serikat. Selain itu ada juga keprihatinan apakah hutang perusahaan di Turki yang memakai dolar AS dan euro selama peminjaman untuk membiayai “booming” konstruksi bisa dibayar.

Kenaikan harga emas akan menghadapi resistant yang pertama pada $1220 sebelum mencapai $1228 dan pada akhirnya $1235. Apabila melanjutkan turun, support bisa dilihat pada $1206 dan selanjutnya pada $1200 dan diakhiri pada $1194.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here