Penawaran SBR004 Resmi Dibuka Hari Ini

263

(Vibiznews – Bonds & Mutual Funds) – Pemerintah melalui Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Luky Alfirman yang mewakili Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, membuka masa penawaran Savings Bond Ritel seri 004 (SBR004) di Jakarta pada Senin, (20/08). Masa penawaran  SBR004 dibuka mulai tanggal 20 Agustus 2018 hingga 13 September 2018. SBR merupakan instrumen investasi yang ditawarkan bagi individu yang dananya diperuntukkan sebagai pembiayaan negara untuk kegiatan-kegiatan pemerintah yang produktif.

Keistimewaan SBR004 adalah tingkat kupon 8,05% pertahun dan bisa lebih tinggi jika ada kenaikan bunga acuan Bank Indonesia dengan tenor 2 tahun dan dapat dipesan secara online (e-SBN) oleh investor ritel atau individu mulai dari nominal Rp1 juta hingga Rp3 miliar.  Tidak bisa dipasarkan di pasar sekunder namun keunggulan lainnya, SBR004 ada fasilitas early redemption yaitu dapat dicairkan maksimal 50% jika sudah mencapai masa kepemilikan minimal satu tahun. Bandingkan dengan bunga acuan BI 5,5% dan bunga deposito yang dilindungi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 6,25%.

Untuk mendapatkan SBR004, para investor dapat menghubungi 11 mitra distribusi dari perbankan, perusahaan efek, perusahaan efek khusus dan perusahaan financial technology (fintech). Adapun mitra distribusi dari perbankan adalah BCA, Mandiri, BNI, Permata, BRI dan BTN. Mitra distribusi perusahaan efek adalah Trimegah Sekuritas Indonesai dan perusahaan efek khusus adalah Bareksa Portal Investasi, Star Mercato Capitale (Tanamduit). Sedangkan perusahaan fintech adalah Investree Radhika Jaya dan Mitrausaha Indonesia Group (Modalku).

Dengan mengusung tagline “Aku Pun Bisa Investasi,” pemerintah memberi harapan besar kepada WNI untuk dapat berinvestasi pada SBR004 dan sekaligus berpartisipasi dalam pembangunan nasional, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia atau membangun Indonesia melalui bidang pendidikan.Instrumen SBR ini diharapkan akan memperdalam pasar keuangan dan basis investor lokal di negeri ini. Selain menerbitkan SBR, dalam periode semester II ini, pemerintah akan merilis ORI pada Oktober, serta Sukuk Tabungan pada November.

 

Sumber : Kementerian Keuangan

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting Group

Editor : Asido Situmorang

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here