Jadikan Disrupsi Teknologi Sebagai Peluang

287

(Vibiznews – Economy & Business) – Teknologi saat ini merupakan hal yang sangat dibutuhkan manusia dalam dunia saat ini baik dalam dunia kedokteran maupun dalam dunia usaha. Dan banyak pekerjaan yang tadinya dikerjakan menggunakan tenaga manusia saat ini dapat dikerjakan dengan mesin karena teknologi.

Dalam acara Pathways for Prosperity: Multi Stakeholders Group Discussions dengan tema “Rapid Technological Change: Challenges and Opportunities in Indonesia” di Aula Mezanine Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (20/08), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Pemerintah Indonesia terbuka terhadap masukan para pemangku kebijakan untuk perbaikan kebijakan dan peraturan dalam menjadikan disrupsi teknologi sebagai peluang.

Kesenjangan yang ditimbulkan disrupsi teknologi misalnya hilangnya pekerjaan akibat digantikan oleh robot atau teknologi. Namun, di satu sisi disrupsi teknologi justru memunculkan peluang baru seperti munculnya Gojek, Traveloka, Buka Lapak dan Tokopedia di Indonesia. Di tingkat dunia, Amazon dan Ali Baba merupakan contoh bahwa teknologi bisa dioptimalkan menjadi suatu peluang.

Perubahan teknologi dan adanya platform bisnis baru mendesak Pemerintah untuk terus belajar dalam mendesain kebijakan dan peraturan yang adil dan menciptakan lingkungan bisnis yang sehat bagi para pelaku bisnis dan stakeholders terkait.

Oleh karena itu, Menkeu mengapresiasi keterlibatan Pathways for Prosperity Commission on Technology and Inclusive Development dalam membantu Indonesia mengidentifikasi, mengumpulkan, mendiskusikan dan memberikan masukan perbaikan kebijakan publik dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata.

“Untuk itu, hubungan antara seluruh stakeholders menjadi penting untuk bisa membuat formulasi bagaimana negara-negara bisa menyiapkan diri. Belajar dari semua terutama mereka-mereka yang memiliki track record dan competency. Itu akan sangat membantu kita untuk bisa membantu memperbaiki kualitas public policy kita,” pungkas Menkeu.

Sumber : Kementerian Keuangan

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting Group

Editor : Asido Situmorang

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here