Bursa Dunia Terseok di 6-14 Bulan Terendahnya, Investor Bersiap Babak Baru Perang Dagang

746

(Vibiznews – Index) – Saham bursa dunia terlihat terseok menuju minggu terburuknya dalam hampir enam bulan pada hari Jumat ini (7/9), dengan bursa kawasan Asia di posisi terendah 14 bulannya karena para investor bersiap untuk babak baru konflik tarif perdagangan antara China dengan AS.

Kemerosotan di saham-saham blue chip AS dan laporan bahwa Presiden Donald Trump juga telah menyiapkan memo perdagangan terhadap Jepang telah menyeret bursa Asia khususnya sector teknologi, sementara bursa utama Eropa juga memudar setelah sempat di awalnya menguat, demikian dikutip dari Reuters hari ini (7/9).

Indeks saham pan-Eropa STOXX 600 tampil flat dan mengakhiri minggu dengan kerugian 2,6 persen, kinerja mingguan terburuknya sejak akhir Maret. Bursa di emerging market mengalami loss lebih besar, sekitar 3,2 persen.

Tensi perdagangan diprediksi akan makin buruk dengan rencana AS untuk pengenaan tarif pada impor China senilai $ 200 miliar. Tariff ini bisa bisa berlaku setiap saat, meskipun tidak ada jadwal yang jelas.

China sendiri dilaporkan telah memperingatkan adanya pembalasan mereka jika Washington meluncurkan langkah-langkah baru. Dolar Australia, yang sering digunakan sebagai acuan karena ekspor logam Australia yang besar ke China, terlihat mencapai titik terendah 2,5 tahunnya hari ini.

Berbeda dengan pergerakan bursa Asia dan global, IHSG justru menutup minggu dengan rebound tajam 1,30% ke level 5.851,460, dan bersamaan dengan penguatan rupiah yang signifikan dalam dua hari ini juga.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here