IHSG Tutup Minggu Melejit ke 5.851 Bersama Penguatan Rupiah, Melawan Arah Bursa Asia

248

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir minggu Jumat sore ini (7/9) terpantau kembali melejit 1,30% atau 75,370 poin ke level 5.851,460 setelah dibuka menguat di level 5.782,650. Pasar rebound di harinya yang kedua setelah sempat tergerus sekitar 4% pada Rabu lalu, berlawanan arah dengan merahnya bursa Asia, dan bersamaan dengan penguatan rupiah dalam dua hari ini juga.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini terpantau ditutup menguat tajam ke level Rp 14.815, sedangkan dollar AS di pasar global kembali tertekan di harinya yang ketiga di tengah berita Jepang jadi sasaran berikutnya konflik dagang dengan AS. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.885.

Mengawali perdagangannya, terlihat IHSG menguat 6,864 poin (0,12%) ke level 5.782,650. Indeks LQ45 naik 0,446 poin (0,07%) ke 910,296. Sampai ke istirahat siang, IHSG tetap menguat sebesar 20,23 poin (0,35%) ke 5.796,325. Indeks LQ45 menanjak naik 4.971 poin (0,55%) ke 914,653.

IHSG kemudian terus menanjak ditutup naik 75,370 poin (1,30%) ke 5.851,465. Indeks LQ45 menguat 17,013 poin (1,87%) ke 926,659. Sebanyak sembilan sektor tampak menguat. Sektor barang konsumer menanjak 2,89%. Sektor manufaktur menguat 2,56% dan sektor keuangan naik 1,03%.

Tercatat 245 saham menguat, 122 saham melemah dan 125 saham stagnan. Perdagangan saham cenderung ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 314.955 kali transaksi sebanyak 9,1 miliar lembar saham senilai Rp 7,8 triliun.

Sementara itu, bursa regional hari ini ditutup umumnya dalam zona merah, di antaranya Indeks Nikkei 225 turun 0,80% dan Indeks Hang Seng turun 0,01%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran jajaran top gainers antara lain Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), Gudang Garam (GGRM), Unilever Indonesia (UNVR), dan Astra International (ASII).

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini lanjut rebound dari posisi oversold tajam sebelumnya, berlawanan arah dengan bursa Asia yang umumnya di zoba merah karena berlanjutnya kekhawatiran tensi perang dagang antara AS – China. Secara teknikal masih memungkinkan untuk menanjak, walau mungkin biasanya melalui fase konsolidasi beberapa saat dahulu, dengan tetap mengacu kepada sentimen bursa kawasan. Resistance saat ini berada di level 6.086 dan 6.117. Sedangkan bila berlanjut tekanan jual di level ini, support ke level 5.621, dan bila tembus ke level 5.557.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here