IHSG Awal Minggu Terkoreksi Tipis ke 5.831, Bursa Asia Fokus ke Perang Dagang

301

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal minggu Senin sore ini (10/9) terpantau melemah terbatas -0,35% atau -20,350 poin ke level 5.831,120 setelah dibuka melemah di level 5.796,244. Pasar mengalami koreksi teknikal setelah dua hari berturut rebound tajam, sementara bursa Asia umumnya juga melemah di tengah pasar yang fokus ke konflik dagang AS dengan China.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini terpantau melemah kembali ke level Rp 14.852, sedangkan dollar AS di pasar Asia dan Eropa mengalami koreksi di tengah isyu eskalasi perang dagang. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.815.

Mengawali perdagangannya, terlihat IHSG melemah 56,124 poin (0,94%) ke level 5.796,244. Indeks LQ45 turun 14,034 poin (1,44%) ke 913,954. Sampai ke istirahat siang, IHSG tetap melemah sebesar 32 poin (0,55%) ke level 5.819,309. Indeks LQ45 berkurang 7,714 poin (0,83%).

IHSG kemudian tetap di area zona merah dan ditutup melemah 20,34 poin (0,35%) ke 5.831,117. Indeks LQ45 melemah 4,907 poin (0,53%) ke 921,788. Sebanyak delapan sektor tampak menurun. Sektor industri dasar tergerus yang paling dalam 0,66%.

Tercatat 164 saham menguat, 214 saham melemah dan 188 saham stagnan. Perdagangan saham cenderung moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 11,5 miliar lembar saham senilai Rp 6,3 triliun. Perdagangan hari ini juga diwarnai aksi jual asing dengan net sell sebanyak Rp 140,23 miliar.

Sementara itu, bursa regional hari ini ditutup agak mixed dengan mayoritas dalam zona merah, di antaranya Indeks Nikkei 225 naik 0,30% dan Indeks Hang Seng turun 1,33%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran jajaran top losers antara lain Kioson (KIOS), United Tractors (UNTR), Indocement Tunggal (INTP), dan Indah Kiat (INKP)

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi dari rebound tajam sebelumnya, sementara bursa Asia cenderung melorot dengan investor menaruh fokus perhatian kepada tensi berikutnya perang dagang antara AS – China. Secara teknikal kemungkinan IHSG ini memasuki fase konsolidasi dan berikutnya masih berpeluang menanjak, dengan tetap mengacu kepada sentimen bursa kawasan. Resistance saat ini berada di level 6.086 dan 6.117. Sedangkan bila berlanjut tekanan jual di level ini, support ke level 5.621, dan bila tembus ke level 5.557.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here