Harga Emas Terseret Lebih Rendah Di Tengah Kosongnya Berita

562

(Vibiznews-Commodity) Harga emas dan perak sekali lagi turun lumayan pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat pada hari Selasa kemarin. Tidak ada perkembangan berita bisnis utama pada awal minggu ini, yang mengundang para penjual tehnikal melangkah masuk dengan grafik tehnikal secara keseluruhan “bearish”.

Emas berjangka bulan Desember terakhir diperdagangkan turun $2.30 per ons pada $1,197.40. Perak Comex bulan Desember terakhir diperdagangkan turun $0.066 pada $14.115 per ons.

Pasar saham dunia bercampur tetapi kebanyakan turun semalam. Indeks saham AS menuju kearah turun pada pembukaan ketika sesi New York dimulai. Indeks Hang Seng Hongkong jatuh ke teritori pasar yang turun pada minggu ini, berarti indeks saham turun 20% dari ketinggian baru-baru ini.

Masalah perang dagang masih tetap menyala-nyala di pasar pada awal minggu ini. Laporan-laporan mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa kemungkinan menjadi lebih dekat kepada perjanjian perdagangan setelah pertemuan belakang ini.

Suatu gelombang minat beli yang baru terhadap emas muncul setelah topik terbaru mengenai hubungan perdagangan dan dilihat sebagai satu faktor kunci yang membuat tekanan turun terhadap komoditi yang berdenominasikan dolar.

Menurut agenda pertemuan WTO, Cina telah meminta otorisasi untuk mengenakan sanksi perdagangan atas Amerika Serikat dan menambah minyak terhadap pertikaian perdagangan antara AS dan Cina.

Dolar AS selanjutnya didukung oleh nada yang positip yang mengelilingi imbal hasil obligasi treasury AS, yang cenderung untuk mendorong metal kuning turun.

Sementara itu sentimen “risk-off” yang ada hanya berpengaruh kecil untuk mendorong permintaan terhadap metal berharga yang “safe-haven” ini.

Pelemahan selanjutnya kearah $1185-84 sebagai “support” sekarang menjadi kemungkinan yang jelas. Dibawah ini, penurunan emas akan lanjut ke “support” berikutnya pada zona $1174. Sebaliknya apabila mengalami kenaikan, akan bertemu dengan “resistant” terdekat di   $1197     yang diikuti dengan resistant berikutnya di $1200.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here