IHSG Rabu Terkoreksi Lagi ke 5.798, Terseret Sentimen Eskalasi Perang Dagang

231

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu sore ini (12/9) terpantau melemah terbatas -0,57% atau -32,966 poin ke level 5.798.151 setelah dibuka menguat di level 5.845,400. Bursa sempat menguat awalnya, namun di sesi akhir tergerus lagi mengikuti sentiment bursa Asia yang umumnya juga melemah di tengah pasar yang khawatir atas eskalasi konflik dagang AS dengan China.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini terpantau melemah kembali ke level Rp 14.870, sedangkan dollar AS di pasar Asia dan Eropa mengalami kenaikan di tengah isyu eskalasi perang dagang. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.852.

Mengawali perdagangannya, terlihat IHSG menguat 14,210 poin (0,24%) ke level 5.845,400. Indeks LQ45 juga naik 3,426 poin (0,39%) ke 925,496. Sampai ke istirahat siang, IHSG tetap di zona hijau sebesar 21,785 poin (0,37%) ke 5.852,902. Indeks LQ45 naik 2,144 poin (0,23%) ke 923,932.

IHSG kemudian berbalik ke area zona merah dan ditutup melemah -32,966 poin (0,57%) ke 5.798.151. Indeks LQ45 melemah 11,003 poin (1,19%) ke 910,785. Sebanyak enam sektor tampak menurun. Sektor keuangan tergerus paling dalam 1,99%.

Tercatat 207 saham menguat, 180 saham melemah dan 117 saham stagnan. Perdagangan saham cenderung ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 376.697 kali transaksi sebanyak 9,2 miliar lembar saham senilai Rp 7,2 triliun. Perdagangan hari ini diwarnai derasnya aksi jual asing dengan net sell sebanyak Rp 684,48 miliar.

Sementara itu, bursa regional hari ini ditutup dengan mayoritas dalam zona merah, di antaranya Indeks Nikkei 225 turun 0,27% dan Indeks Hang Seng turun 0,29%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran jajaran top losers antara lain Bank Central Asia (BBCA), Indocement Tunggal (INTP), United Tractors (UNTR), dan Indah Kiat Pulp and Paper (INKP).

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini tertekan oleh net sell asing yang deras di tengah pasar yang khawatir dengan eskalasi berlanjut dalam perang dagang antara AS – China. Secara teknikal kemungkinan IHSG ini memasuki fase konsolidasi dengan bias negative, dan berikutnya tetap mengacu kepada sentimen bursa kawasan. Resistance saat ini berada di level 6.086 dan 6.117. Sedangkan bila berlanjut tekanan jual di level ini, support ke level 5.621, dan bila tembus ke level 5.557.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here