Pasar Asia Masih Gelisah, Italia Gerakkan Pasar Eropa

294

(Vibiznews – Index) – Saham Asia tergelincir pada hari Rabu karena harga minyak mendekati tertinggi empat tahun mengancam akan mengguncang negara berkembang, sementara euro rebound dari posisi terendah enam minggu setelah laporan Italia akan mengurangi defisit anggaran lebih cepat dari yang diperkirakan.

Pergerakan awal yang kuat untuk pasar Eropa di tengah harapan bahwa Roma dapat mencegah meletusnya utang negaranya. E-Minis untuk S & P 500 dan Dow naik 0,1 persen, sementara E-Stoxx 50 bertambah 0,2 persen.

Euro didorong oleh laporan yang diterbitkan oleh surat kabar Corriere Della Sera yang mengatakan Italia akan mengurangi defisit anggarannya menjadi 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2021.

Laporan itu muncul setelah pemerintah koalisi mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya merencanakan untuk menjalankan defisit 2,4 persen selama tiga tahun ke depan, dalam sebuah langkah yang akan menaikkan target mereka sampai tiga kali lipat dari target sebelumnya dan mengkhawatirkan investor di Italia dan Uni Eropa.

Euro melonjak 0,3 persen pada berita ke $ 1,1585, menghentikan lima hari berturut-turut kerugian yang mendorongnya ke palung enam minggu $ 1,1506.

BTP futures Italia dibuka 98 ticks lebih tinggi sementara Bund Futures Jerman tergelincir karena spread antara keduanya menyempit.

Sentimen di Asia tetap gelisah di Asia karena investor mempertimbangkan bagaimana pakta perdagangan baru antara Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada dapat berdampak pada tarif AS-China yang sedang hangat karena berisi klausul yang melarang transaksi dengan negara-negara non-pasar, seperti China.

Indeks MSCI terluas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang tergelincir 0,2 persen dengan indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,4 persen.

Nikkei Jepang ditutup 0,7 persen lebih rendah sementara saham Indonesia turun 0,4 persen dan India Nifty 50 tersendat 0,8 persen.

Pasar keuangan China ditutup untuk liburan Hari Nasional dan akan melanjutkan perdagangan pada 8 Oktober. Korea Selatan juga ditutup untuk liburan umum.

Pasar China telah terpukul tahun ini karena para investor khawatir bahwa deretan perdagangan dengan Amerika Serikat dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, terakhir di 95,343, mundur dari tertinggi enam minggu di 95,744 yang ditetapkan pada Selasa.

Emas diperdagangkan mendekati level tertingginya dalam lebih dari seminggu karena para investor mencari perlindungan di aset safe haven setelah pasar ekuitas melemah. Spot emas terakhir di 1,204.79 setelah menambahkan 1,3 persen menjadi $ 1,208.23 per ounce semalam.

Harga minyak bertahan mendekati tertinggi empat tahun karena kekhawatiran pasokan karena sanksi Washington terhadap Iran.

Minyak yang lebih kuat telah mencapai rupee India dan rupiah Indonesia karena kedua negara mengimpor sebagian besar minyak mereka dan sangat rentan terhadap fluktuasi harga minyak dan dolar AS.

Brent naik 7 sen menjadi $ 84,87 per barel, tidak jauh dari tertinggi empat tahun $ 85,45 yang disentuh awal pekan ini. Minyak mentah AS naik tipis 9 sen menjadi $ 75,32 per barel, setelah sebelumnya menyentuh tertinggi empat tahun $ 75,91.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner of Wealth Planning Services
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here