EUR/USD Turun Menembus 1.1500 Setelah Komentar Powell

119

(Vibiznews-Forex) Pasangan EUR/USD, yang pada awal hari berusaha naik mengambil kembali posisi di level 1.1600, berdiam di area 1.1520, karena bukan saja ketegangan antara Brussels dan Itali berlanjut, melainkan juga bagusnya data ekonomi AS yang muncul. Pemerintah Itali menegaskan kemblai rencana defisit budgetnya, sementara otoritas Uni Eropa terus mengeluhkan bahwa hal itu bertentangan dengan peraturan. Bagaikan menuangkan air yang dingin ke masalah tersebut, Menteri Itali “Urusan Uni Eropa” Savona, berkata bahwa negaranya tidak akan mengambil tindakan yang berlawanan dengan matauang bersama Uni Eropa. Untuk data ekonomi, versi terakhir dari Markit Composite PMI Uni Eropa menunjukkan bahwa sektor manufaktur memimpin perlambatan pertumbuhan pada bulan September, dengan indeks turun ke 54 dibandingkan dengan angka bulan Agustus sebesar 54.5. Indeks jasa diteguhkan pada 54.7.

Pada pihak lain, di Amerika Serikat, survei ADP menunjukkan bahwa sektor swasta menambah 230.000 pekerjaan baru pada bulan September, jauh melampaui angka sebelumnya 163.000 dan angka yang diperkirakan 185.000, sementara angka ISM Non-Manufacturing PMI keluar di 6.6 untuk bulan September, tertinggi selama lebih dari duapuluh tahun.

Pada hari kamis ini, kalender makro ekonomi akan sangat ringan, dengan tidak ada yang relevan yang bisa dilaporkan di Uni Eropa dan Amerika Serikat. Jika tidak ada

berita politik yang besar untuk menggerakkan matauang, maka matauang utama duniaakan memasuki pergerakan konsolidasi menjelang dirilisnya laporan Nonfarm Payroll AS.

Pada saat Gubernur Federal Reserve AS, Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral AS ini bisa menaikkan tingkat bunga melewati level netral, dolar AS yang memang sudah dalam kedudukan yang kuat mendapatkan dorongan naik tambahan pada akhir hari Rabu kemarin dan membawa pasangan matauang EUR/USD turun menembus 1.1500 dan saat ini diperdagangkan disekitar 1.1470.

Secara tehnikal, pasangan matauang ini memiliki kecenderungan “bearish”.  Apabila turun terus maka akan menghadapi tahanan “support” pertama di 1.1459 yang apabila tertembus akan berhadapan dengan “support” kedua di 1.1446 dan akhirnya di 1.1420. Sebaliknya apabila berbalik naik, akan menghadapi “resistance” pertama di  1.1550 yang apabila tertembus akan berhadapan dengan “resistance” selanjutnya di 1.1590 dan berakhir pada 1.1625.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here