Harga Emas Turun Sedikit Setelah Laporan ADP Jobs Yang Kuat

81

(Vibiznews-Commodity) Harga emas turun sedikit pada awal perdagangan Amerika Serikat pada hari Rabu kemarin, setelah laporan ekonomi AS yang kuat yang mengangkat naik indeks saham.Selain itu pada pertengahan minggu di pasar keengganan terhadap resiko berkurang.

Emas berjangka bulan Desember terakhir diperdagangkan turun $1.80 per ons pada $1,205.40. Perak Comex Desember terakhir diperdagangkan naik $0.042 pada $14.735 per ons.

Laporan pekerjaan nasional ADP AS untuk bulan September menunjukkan kenaikan sebesar 230.000. Para peramal memperkirakan kenaikan sebanyak 185.000 pekerjaan. Harga emas turun sedikit setelah keluarnya laporan pekerjaan ADP, sementara indeks saham Amerika Serikat naik. Laporan ini keluar mendahului laporan yang lebih penting yakni “Labor Department Employment Situation Report” untuk bulan September yang akan keluar pada hari Jumat pagi. Angka untuk non-farm payrolls ini diperkirakan akan muncul naik 180.000.

Pasar saham dunia kebanyakan naik semalam. Indeks saham AS mengarah ke lebih kuat pada saat pembukaan sesi New York dimulai. Pasar Cina ditutup sampai hari Jumat untuk liburan publik.

Perhatian dunia, khususnya di Eropa, adalah pada rencana dari pemerintah baru Itali yang “anti-establishment” untuk menyelesaikan persoalan ekonomi dan keuangan Itali. Laporan semalam mengatakan bahwa Itali menurunkan diri dari sikap garis keras terhadap Uni Eropa terhadap masalah yang dihadapi. Matauang Euro kemarin stabil dengan munculnya berita ini, setelah berada dalam tekanan jual pada awal minggu.

Presiden Federal Reserve Bank of Chicago AS Charles Even mengatakan didalam pidatonya di London bahwa ekonomi AS sedang berdengung dan the Fed kemungkinan harus mengerem pertumbuhan ekonomi dengan terus menaikkan tingkat bunga secara bertahap. Dia menambahkan pergerakan kebijakan Fed yang sedemikian adalah normal secara historis selama periode ekspansi ekonomi yang menguat.

Amazon, raksasa eceran AS telah menaikkan upah minimumnya secara signifikan sampai $15 perjam kepada para pekerjanya.  Walaupun tindakan ini nampaknya tidak berarti pada saat ini, hal ini adalah satu tanda yang kecil lagi mengenai naiknya inflasi yang bisa menjadi problem pada kondisi tertentu – dan kemungkinan bisa lebih cepat daripada yang diperkirakan oleh para ekonom. Gubernur Fed Jerome Powell pada hari Selasa sekali lagi  mengulangi bahwa inflsasi harga bukanlah suatu problem. Problem inflasi biasanya “bullish” bagi “hard asset” seperti komoditi mentah dan “bearish” bagi “paper asset” seperti saham dan obligasi.  Hal lain diluar pasar pada hari Rabu kemarin adalah naiknya sedikit indeks dolar AS setelah menyentuh ketinggian selama 2,5 bulan pada hari Selasa.  Harga minyak mentah Nymex juga stabil setelah menyentuh ketinggian selama empat tahun pada hari Selasa, diperdagangkan sedikit diatas $75.00 per barrel.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here