Paradigma Baru, Pasar Modal Jadi Pusat Pendanaan

199

(Vibiznews – Economy & Business) – Dalam rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018,  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapat kesempatan memaparkan paradigma baru dengan mendorong pasar modal menjadi pusat sumber pendanaan pembangunan infrastruktur nasional. Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisoner OJK Wimboh Santoso di sela-sela rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

 Dilansir dari OJK, saat menyampaikan  welcoming speech dalam seminar “Indonesia Investment Forum 2018: A New Paradigm on Infrastructure Financing” yang digelar pada Selasa (9/10) pagi di Nusa Dua, Bali , Wimboh Santoso mengatakan “Ini telah menjadi paradigma baru yaitu menjadikan pasar modal sebagai pusat sumber pendanaan sekaligus terobosan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, yang sebelumnya selalu mengandalkan sektor perbankan.”

Menurutnya, OJK akan mengarahkan Pasar Modal di Indonesia menjadi lebih “dalam” dan “likuid” dengan menambah berbagai instrumen pembiayaan melalui pasar modal, seperti lewat obligasi atau sukuk, obligasi perpetual, obligasi hijau, obligasi daerah (municipal) dan obligasi Komodo, serta pembiayaan dari keuangan campuran atau “blended finance“.

Selain produk-produk tersebut, OJK juga telah mendorong sejumlah perusahaan untuk melakukan sekuritisasi aset untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur. Sementara untuk meningkatkan infrastruktur pasar modal, OJK telah mengeluarkan sejumlah program seperti pembangunan sistem pendaftaran elektronik, pengembangan Perusahaan Efek Daerah, dan sistem e-Bookbuilding.

Berbagai ketentuan untuk produk pasar modal yang bisa membiayai infrastruktur sudah dikeluarkan OJK. Di antaranya Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), Dana Investasi Real Estate (Dire), serta Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DINFRA).

Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 masih akan berlangsung hingga 14 Oktober mendatang. Setidaknya 15.000 delegasi dari 189 negara hadir dalam perhelatan akbar tersebut. Tak hanya itu, 1.000 media turut serta berburu narasumber yang ahli di bidang masing-masing, termasuk Ketua OJK.

 

 

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting Group

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here