Posisi Dolar Sedang Tertekan Penurunan Yield Obligasi AS

130

(Vibiznews – Forex) – Menjelang  perdagangan forex sesi Amerika hari Rabu (10/10), indeks bergerak dari  posisi tertinggi pada area 95,70 yang dicapai pada awal sesi. Tekanan terhadap dolar ini datang dari  sentimen pasar turunnya imbal hasil obligasi AS dari posisi tinggi 3,32% ke posisi 3,20%.

Permasalahan anggaran di Italia ditambah dengan gejolak sekitar berita utama Brexit dan demam baru perang dagang AS-Cina, ini semua telah memberikan dukungan kepada dolar AS akhir-akhir ini, membantu indeks untuk tetap berada posisi terkuat terhadap semua rival utamanya.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap 6 rival utamanya terpantau sekarang sedang turun 0,04% di posisi 95,65. Indeks yang dibuka pada posisi 95,68 dan sempat turun ke posisi 95,64.

Sebagai penggerak sentimen pasar hingga perdagangan sesi Amerika malam ini, terdapat rilis data Producer Prices untuk bulan September  dan juga pidato oleh Chicago Fed C.Evans. Jika kedua momen diatas memberikan tenaga kuat, dolar AS berpotensi bullish kuat.

Secara teknikal menurut analis Vibiz Research indeks masih akan turun ke 95,52 dan jika tembus akan meluncur kembali hingga 95,17. Namun jika terjadi pergerakan positif indeks akan mendaki menuju 95,73 dan jika tembus lanjut ke 96,12 – 96,98, setelah itu naik kembali ke 97,87.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here