Stoxx 600 Eropa Melemah, Masih Hadapi Masalah Italia

179

(Vibiznews – Index) – Bursa-bursa saham di Eropa berbalik melemah pada Rabu pagi, karena investor memantau perkembangan politik terbaru di Italia.

Stoxx 600 pan-Eropa turun 0,38 persen dengan berbagai sektor perdagangan sebagian besar lebih rendah. Mobil dan sumber daya dasar jatuh paling dalam pada transaksi sesi kedua pagi waktu Eropa. Secara keseluruhan, bursa saham sedang berjuang untuk mendapatkan keuntungan di tengah kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global dan meningkatnya suku bunga di AS.

Melihat masing-masing saham perusahaan, harga saham LVMH turun 3,9 persen setelah melaporkan beberapa perlambatan dalam penjualan. Demikian juga dengan saham merek-merek mewah lainnya seperti Dior, turun 3 persen dan Kering turun hingga 5 persen. Menurut Reuters, Morgan Stanley memangkas rating sektor barang mewah Uni Eropa menjadi “underweight”.

Vat Group turun ke dasar patokan setelah mengumumkan bahwa perusahaan ini akan mempersingkat jam kerja bagi 400 pekerja produksi di Den Haag.

Perusahaan raksasa kabel AS, Comcast, pada hari Selasa menawarkan $ 40 miliar untuk perusahaan penyiaran Inggris, Sky, setelah sebelumnya mengakuisisi 77 persen saham Sky.

Saham-saham perbankan Italia tetap dalam radar, karena investor mengikuti rencana anggaran dari pemerintah anti kemapanan. Investor kuatir akan kebuntuan yang berlarut-larut antara Roma dan Uni Eropa atas anggaran Italia untuk tahun 2019 mendatang.

Giovanni Tria, menteri keuangan Italia, berjanji pada Selasa bahwa pemerintah akan melakukan apa yang diperlukan untuk memulihkan ketenangan jika kegugupan pasar berubah menjadi krisis. Namun, Wakil Perdana Menteri Luigi Di Maio dan Matteo Salvini berdiri teguh pada rencana anggaran dan defisit negara.

Di tempat lain, persoalan yang berlarut-larut mengenai Brexit masih terus menjadi pusat perhatian pasar. Perkumpulan Motor dan Pedagang Motor Inggris, sebuah badan perdagangan yang mewakili sektor otomotif, meluncurkan rencana cadangan yang disebut “Program Kesiapan Brexit” pada hari Rabu, yang bertujuan untuk melindungi rantai pasokan industri.

Sementara itu, angka pertumbuhan Inggris menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi selama musim panas. Dalam tiga bulan hingga Agustus, PDB capai 0,7 persen lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, demikian pernyataan Kantor Statistik Nasional.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner of Wealth Planning Services
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here