Survey OECD 2018 : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sehat dan Positif

328

(Vibiznews – Economy & Business) Sebuah survei oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menunjukkan bahwa Indonesia telah mencatat pertumbuhan yang sangat sehat dan positif.

Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria mengatakan survei tersebut menggarisbawahi pentingnya ketahanan penguatan kebijakan terhadap meningkatnya risiko global.

Perekonomian Indonesia tumbuh lebih sehat dan bonus demografi akan mempercepat pertumbuhan tahun depan, Gurria mengatakan ketika meluncurkan OECD Economic Survey Indonesia 2018 di Sofitel Hotel Nusa Dua, Bali, di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia pada hari Rabu (10/10).

Pertumbuhan ini didorong oleh tingkat kepercayaan di pemerintah Indonesia. Gurria mengatakan tingkat kepercayaan di pemerintah Indonesia lebih tinggi daripada di semua negara OECD.

Hasil survei bisa menjadi dasar kerja sama ke depan dalam konteks Program Kerja Bersama OECD-Indonesia, katanya.

OECD meluncurkan dua laporan tentang Indonesia – Program Kerja Bersama OECD-Indonesia (2019-2021) dan Survei Ekonomi Indonesia 2018.

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati mengatakan salah satu yang patut dicatat dalam hasil survei tentang ekonomi Indonesia adalah pertumbuhan positif di tengah tekanan kontraksi ekonomi global.

Survei tentang ekonomi Indonesia telah diselenggarakan secara berkala setiap dua tahun oleh OECD sejak 2008. Survei pada tahun 2018 menandai ulang tahun ke 10 kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan OECD dalam program ini.

Survei OECD berfokus pada perkembangan saat ini dan tantangan yang dihadapi oleh negara-negara untuk terus bergerak maju.

Survei memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2 persen tahun ini dan 5,3 persen pada 2019.

Apa yang lebih penting bagi Indonesia adalah menciptakan kondisi yang dapat menjamin kehidupan generasi berikutnya lebih baik, Gurria mengatakan, menambahkan bahwa masalah yang terkait dengan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan kualitas kerja harus dihapus untuk memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Survei dilakukan dengan mengakomodasi dua faktor penting – meningkatkan pendapatan publik untuk pertumbuhan dan membuat pariwisata untuk mempromosikan kesinambungan pembangunan daerah.

Survei tersebut memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk meningkatkan pendapatan, meningkatkan peran kaum muda dalam pembangunan, dan untuk memperkuat sektor pariwisata, katanya.

Dalam menanggapi rekomendasi pemerintah telah menetapkan target untuk penerimaan pajak 16,4 persen lebih tinggi pada 2019.

Sejumlah program telah diluncurkan untuk meningkatkan kapasitas generasi muda seperti melalui pendidikan anak-anak, sertifikasi guru sekolah dan dana operasional sekolah yang tinggi.

Di sektor pariwisata, Presiden telah menunjukkan minat khusus dan dana terbesar telah dialokasikan untuk pengembangan pariwisata termasuk promosi.

Kemitraan dengan OECD adalah kesempatan untuk berbagi pengalaman dalam dua cara dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, tambahnya.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here