Bursa Asia Tenggara Dilanda Aksi Jual Besar-Besaran, BEI Anjlok 1,82 Persen

219

(Vibiznews – Index) – Pasar Asia turun tajam pada Kamis pagi, dengan indeks saham di Shanghai, Shenzhen dan Tokyo semua jatuh lebih dari 4 persen.

Di wilayah China Raya, indeks Hang Seng turun 3,84 persen pada perdagangan pagi. Demikian juga dengan komposit Shanghai dan komposit Shenzhen keduanya membuka hari dengan penurunan melebihi 3 persen.

Indeks Shanghai diperdagangkan lebih rendah dengan 4,34 persen dan Shenzhen turun sekitar 5,52 persen.

Di Taiwan, Taiex turun 6,28 persen, dengan pembuat lensa dan pemasok Apple Largan Precision terjun 9,89 persen.

Di Sydney, ASX 200 turun 2,43 persen, dengan sebagian besar sektor diperdagangkan lebih rendah. Subindex energi turun 3,62 persen dan sektor keuangan tertekan turun 2,38 persen.

Harga saham Commonwealth Bank, Australia turun 2,32 persen. Saham pertambangan juga lebih rendah, dengan Rio Tinto turun 2,94 persen dan BHP turun sekitar 3,4 persen.

Pasar Jepang juga terus melemah pada sore hari. Indeks Nikkei 225 turun 4,36 persen sementara indeks Topix turun 3,88 persen, dengan sektor-sektor utama cenderung menurun.

Indeks Korea Selatan, Kospi melanjutkan tren menurunnya dengan jatuh 3,6 persen.

Asia Tenggara tidak kebal dari aksi jual, bursa-bursa saham di Asia Tenggara juga turun tajam. Indeks Straits Times Singapura turun 2,75 persen, sedangkan komposit Jakarta turun sebesar 1,82 persen ke level 5714,50, dan KLCI di Malaysia lebih rendah 2,49 persen.

Sementara itu, India Nifty 50 turun sekitar 2,9 persen.

Semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average turun 831,83 poin menjadi 25.598,74, Nasdaq Composite turun 4 persen menjadi 7.422,05. S & P 500 turun 3,3 persen menjadi 2,785.68.

Baik Dow dan S & P 500 membukukan penurunan satu hari terbesar sejak awal Februari, sementara Nasdaq mencatat aksi jual satu hari pertama terbesar sejak 24 Juni 2016.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uangnya, diperdagangkan pada 95,225.

Pada saat yang sama, yen Jepang, umumnya dianggap sebagai mata uang safe-haven untuk investor yang takut, berada di 112,14 melawan dolar. Dolar Australia berada di $ 0,7077.

Di pasar minyak, harga terus turun di perdagangan Asia pagi. Patokan global kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 1,9 persen pada $ 81,51 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah AS.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner of Wealth Planning Services
Editor : Asido Situmorang

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here