Emas Dunia Turun oleh Data Ekonomi AS, Emas Antam Stabil di Rp673.000 per gram

214

(Vibiznews – Commodity) – Harga emas dunia terpantau secara beringsut menurun pada perdagangan Kamis siang (11/10) WIB, karena data ekonomi AS yang kuat berpotensi mendukung beberapa kenaikan suku bunga AS sepanjang tahun depan. Penurunan harga terjadi bahkan ketika Wall Street mengalami loss terburuknya dalam delapan bulan terakhir.

Spot emas turun 0,2 persen ke level $1,192.89 per ounce pada Kamis menjelang siang WIB. Emas berjangka AS naik 0,2 persen menjadi $ 1,195.70 per ounce.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, menjelang tengah hari WIB ini melemah ke level 95,21 dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 95,52.

Harga produsen AS dilaporkan meningkat 0,2 persen pada bulan September, sesuai dengan harapan, sementara revisi untuk perkiraan persediaan grosir (wholesale inventory) untuk Agustus menunjukkan suatu lompatan terbesar dalam hampir lima tahun terakhir, mengalahkan perkiraan.

Di tempat lain, pasar saham Asia merosot pada hari Kamis setelah kejatuhan tajam di Wall Street, suatu ledakan kehilangan kekayaan yang dapat mengancam kepercayaan bisnis dan investasi di seluruh dunia.

Sementara itu, analis Vibiznews melihat bahwa spot emas dunia secara  umum masih turun naik dan belum bisa lepas dari rentang konsolidasinya selama hampir dua bulan terakhir setelah sebelumnya terseret dalam downtrend dari awal April lalu, sedangkan dollar tampak terkoreksi lagi di harinya yang ketiga. Harga emas, kalau terus tertekan, akan menuju level support di $1.180,32 dan $1.159,79. Sedangkan, bila terdongkrak ke atas akan menuju ke level resistant $1.213,86 dan level $1.220,69.

Di dalam negeri, harga emas ANTAM terpantau stabil di level harga Rp673.000 per gramnya, dibandingkan harga pada Rabu kemarin di Rp673.000 juga.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here