Market Outlook, 15-19 October 2018

815

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu pasar modal di Indonesia rebound setelah sempat tergelincir tajam bersama bursa Asia dan Wall Street yang amblas karena khawatir perang dagang AS – China. Secara mingguan IHSG ditutup menguat ke level 5,756.490. Untuk minggu berikutnya (15-19 Oktober) IHSG masih dalam tekanan, tetapi bargain hunting mungkin masuk di sini dengan tetap mengacu kepada arah bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 5982 dan kemudian 6086, sedangkan support level di posisi 5660 dan kemudian 5557.

Mata uang rupiah secara mingguan bergerak melemah ke level Rp15,200, sementara dollar terus tsampil perkasa di pasar uang global karena data ekonomi AS yang kuat dan tensi perang dagang. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 15,300 dan 15,500, sementara support di level 14,885 dan 14,770.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core Retail Sales m/m pada Senin malam; disambung dengan rilis Crude Oil Inventories pada Rabu malam; berikutnya data FOMC Meeting Minutes pada Kamis dini hari.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data CPI y/y Inggris pada Rabu sore; selanjutnya rilis Retail Sales m/m Inggris dan EU Economic Summit pada Kamis sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data GDP q/y China pada Jumat pagi.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar melemah ke sekitar level 2 minggu terendahnya karena jatuhnya saham Wall Street telah mendorong permintaan terhadap aset safe haven, dimana indeks dolar AS secara mingguan melemah ke 95.25. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau menguat tipis ke 1.1528. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1814 dan kemudian 1.1851, sementara support pada 1.1459 dan 1.1394.

Poundsterling minggu lalu terlihat stabil menguat terbatas ke level 1.3153 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3297 dan kemudian 1.3362, sedangkan support pada 1.2923 dan 1.2896. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 112.18.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 114.54 dan 114.73, serta support pada 111.06 serta level 110.37. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7111. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7314 dan 0.7381, sementara support level di 0.7042 dan 0.6973.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia umumnya melemah mengikuti kejatuhan Wall Street, sebagiannya disebabkan oleh akumulasi kekhawatiran pasar atas perang dagang. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau melemah ke level 22535. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 23585 dan 24445, sementara support pada level 22170 dan lalu 21850. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 25762. Minggu ini akan berada antara level resistance di 26798 dan 28012, sementara support di 25109 dan 25046.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau melemah setelah rilis data tenaga kerja yang kurang menggembirakan dan menunjukkan tekanan upah yang meningkat yang bakal mendorong kenaikan bunga lagi. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah tajam ke level 25325,55, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 26535 dan 26947, sementara support di level 24902 dan 24659. Index S&P 500 minggu lalu melemah ke level 2766,13, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2894 dan 2940, sementara support pada level 2711 dan 2691.

 

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat ke sekitar dua bulan tertingginya terangkat oleh bertambahnya permintaan safe haven dengan amblasnya bursa saham global, sehingga harga emas spot naik ke level $1217.42 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1234 dan berikut $1244, serta support pada $1180 dan $1159.

 

Anda mungkin telah menyimak cukup derasnya dana asing yang masuk atau keluar pasar modal Indonesia yang mendongkrak bursa atau menghempaskannya. Memang demikianlah pergerakan dana investasi global. Begitu cepatnya mengalir ke berbagai instrument investasi menembus batas-batas antar negara. Begitu cepat masuk, mampir, dan begitu cepat pula keluar atau mengalami “switching” dari satu asset ke asset lainnya, serta dari satu negara ke negara lainnya. Itu sebabnya kita perlu mempelajari dinamika portfolio investasi, baik dari sisi jenis, jangka waktu, tingkat risiko, typical, dll. Simak terus vibiznews.com dan jadilah investor yang sukses. Salam sukses bagi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here