IHSG Senin Menguat di Ujung Sesi ke 5920; Berlawanan Bursa Asia yang Kompak Negatif

136

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan Senin sore ini (5/11) terpantau ditutup menguat 0,24% atau 14,302 poin ke level 5.920,594 setelah dibuka turun ke level 5.895,243. IHSG bergerak fluktuatif menanggapi rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III sebesar 5,17% (yoy) yang lebih rendah sedikit dari periode sebelumnya di 5,27%. Sempat di zona merah, lalu di ujung sesi ditutup menguat, berlawanan bursa Asia yang umumnya berakhir negatif oleh concern terhadap kenaikan tensi perang dagang.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau terkoreksi ke level Rp 14.975, sementara dolar AS tenang agak menurun di pasar Asia dan Eropa. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.950.

Mengawali perdagangannya, terlihat IHSG melemah 11,049 poin ke level 5.895,243. Indeks LQ45 berkurang 2,753 poin (0,29%) ke 938,837. Sampai ke istirahat siang, IHSG tetap melemah tipis 8,874 poin (0,15%) ke level 5.897,418. Indeks LQ45 melemah 2,732 poin (0,29%) ke 938,858.

IHSG kemudian bergerak melemah terbatas dan terakhirnya ditutup menanjak 0,24% atau 14,302 poin ke level 5.920,594. Indeks LQ45 juga naik 3,118 poin (0,33%) ke level 944,708. Hari ini lima dari sepuluh sektor tampak mengalami penguatan. Sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah consumer goods yang menanjak 1,54%, diikuti sektor aneka industri yang naik 0,79%.

Tercatat sebanyak 180 saham naik, 213 saham turun dan 118 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 378.962 kali transaksi sebanyak 7,84 miliar lembar saham senilai Rp 6,70 triliun.

Sementara itu, bursa regional hari ini ditutup kompak di zona merah, di antaranya Indeks Nikkei yang melemah -1,55% dan Indeks Hang Seng yang turun 2,08%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Bukit Asam (PTBA) +4,52%, Indika Energy (INDY) 4,02%, Gudang Garam (GGRM) 3,67%, dan Sampoerna (HMSP) 2,89%.

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini sempat terhadang profit taking sementara juga sentimen bursa Asia yang umumnya di zona merah, tetapi aksi beli asing cukup kuat untuk mendorong ke area positif. Berikutnya IHSG kemungkinan akan berhadapan dengan resistance dan fluktuasi isyu perang dagang, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.982 dan 6.086. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.733, dan bila tembus ke level 5.623.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here