Minyak Dunia Turun oleh Prospek Lambatnya Ekonomi, Sudah Sebulan Downtrend

111

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak dunia terpantau beringsut turun perlahan pada perdagangan Selasa siang (6/11) WIB, tertekan oleh pengecualian dari Washington yang memungkinkan pelanggan minyak terbesar Iran untuk terus membeli dari Teheran, serta kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi dapat mengekang pertumbuhan permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS, CLc1 berada di $62,97 per barel pada Selasa siang WIB, turun 15 sen, atau 0,2 persen, dari penutupan terakhirnya. Minyak mentah Brent berjangka internasional LCOc1 turun 28 sen, atau 0,4 persen, pada $72,89 per barel.

Analis pasar mengatakan ekspektasi perlambatan ekonomi dalam beberapa bulan mendatang telah membebani prospek permintaan bahan bakar, sementara kekhawatiran berkurang di sisi penawaran setelah Washington memberikan kepada delapan importir suatu pengecualian sanksi minyak Iran yang akan memungkinkan mereka untuk melanjutkan pembelian, demikian dikutip dari Reuters hari ini (6/11).

Washington memberikan pengecualian 180 hari kepada delapan importir – Cina, India, Korea Selatan, Jepang, Italia, Yunani, Taiwan, dan Turki. Ini adalah konsumen terbesar Iran, yang berarti Iran akan diizinkan untuk tetap mengekspor minyak untuk saat ini.

Sementara itu, analis Vibiznews melihat bahwa harga minyak dunia sedang melorot dalam downtrend terhitung sejak 4 Oktober bulan lalu. Harga minyak, CLc1, kalau terdongkrak ke atas akan menuju ke level resistant $66,98 dan level $67,94. Sedangkan, bila tertekan, akan menuju level support di $61.81 dan $59.96.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here