Harga Minyak Naik Terbantu Peningkatan Impor China

525

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak naik pada hari Kamis, pulih dari posisi terendah tiga minggu minggu ini, setelah rekor impor minyak mentah China meredakan kekhawatiran bahwa permintaan pembeli komoditas terbesar di dunia mungkin menurun seiring suplai global meningkat.

Rekor produksi minyak mentah AS dan sinyal dari Irak, Abu Dhabi dan Indonesia bahwa produksi akan tumbuh lebih cepat daripada yang diharapkan pada 2019 mendorong harga minyak Brent ke titik terendahnya sejak pertengahan Agustus awal pekan ini.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 71 sen menjadi $ 72,78 per barel pada 1007 GMT, sementara harga minyak mentah berjangka AS naik 55 sen menjadi $ 62,22.

Impor minyak mentah China naik 32 persen pada Oktober dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi 9,61 juta barel per hari (bpd), data bea cukai menunjukkan pada hari Kamis.

Namun sentimen positif dibatasi produksi AS yang mencapai rekor tertinggi baru sebesar 11,6 juta bpd, dan perkiraan bahwa itu akan tumbuh jauh lebih cepat tahun depan daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Amerika Serikat kini telah melampaui Rusia untuk menjadi produsen minyak terbesar dunia dan Administrasi Informasi Energi mengatakan pekan ini mereka memperkrakan produksi ke atas 12 juta bpd pada pertengahan 2019, berkat minyak serpih.

Produksi tidak hanya meningkat di Amerika Serikat, tetapi juga di banyak negara lain, termasuk Rusia, Arab Saudi, Irak dan Brasil, dan mengancam untuk mengambil alih permintaan tahun depan.

Bahkan dengan sanksi AS terhadap minyak Iran berjalan, persepsi di kalangan investor adalah bahwa ada lebih dari cukup pasokan untuk memenuhi permintaan, sebagaimana tercermin dari perdagangan kontrak berjangka Brent Januari mendatang pada diskon hingga Februari.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak masih berpotensi naik dengan meningkatnya impor China. Namun meningkatnya produksi minyak global dapat menekan harga minyak. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 61,70-$ 61,20, dan jika naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 62,70-$ 63,20.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here