IHSG Akhir Minggu Terkoreksi 102 Poin ke 5874, Searah Bursa Asia Kompak Memerah

92

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir minggu Jumat sore ini (9/11) terpantau ditutup terkoreksi melemah -1,72% atau -102,652 poin ke level 5.874,154 setelah dibuka turun ke level 5.934,178. IHSG terus tertekan di zona merah sepanjang sesi, searah bursa Asia yang kompak ditutup negatif setelah the Fed mempertahankan suku bunganya dan pasar khawatir tensi perdagangan kembali.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau balik melemah ke level Rp 14.675, dengan dolar AS juga menguat di pasar Asia dan Eropa. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.649.

Mengawali perdagangannya, terlihat IHSG melemah ke 5.934,178. Indeks LQ45 juga berkurang 13,728 poin (1,44%) ke 942,377. Sampai ke istirahat siang, IHSG turun 86,68 poin atau 1,45% ke level 5.890,12. Indeks LQ45 melemah ke 935,385.

IHSG kemudian tetap tertekan di zona merah, dan ditutup merosot 1,72% atau 102,652 poin ke level 5.874,154.  Indeks LQ45 juga amblas 24,352 poin (2,55%) ke level 931,009. Hari ini seluruh dari sepuluh sektor tampak mengalami penurunan. Sektor yang mencatat kemunduran tertinggi adalah consumer goods yang tergelincir 5,08%, diikuti sektor manufaktur yang turun 3,13%.

Tercatat sebanyak 116 saham naik, 275 saham turun dan 102 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 362.280 kali transaksi sebanyak 9,39 miliar lembar saham senilai Rp 8,16 triliun.

Sementara itu, bursa regional hari ini terlihat kompak melorot, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 1,05% dan Indeks Hang Seng yang turun 2,39%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Bank Mandiri (BMRI) (3,67%), Matahari Dept Store (LPPF) (1,44%), Bank BNI (BBNI) (1,27%), dan  Kalbe Farma (KLBF) (1,07%).

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini terpengaruh sentimen negatif bursa kawasan Asia yang concern terhadap kenaikan suku bunga nantinya dan tensi perang dagang, ditambah aksi ambil untung di area yang sudah overbought setelah gain selama delapan hari berturut-turut. Berikutnya IHSG untuk melihat arah berikut akan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.996 dan 6.086. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.733, dan bila tembus ke level 5.623.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here