Penggerak Pasar EUR/USD Setelah Kenaikan Karena Pemilihan Tengah Tahun AS

374

(Vibiznews-Commodity) EUR/USD menyentuh ketinggian selama 2 minggu di 1.1473 selama pemilihan di AS pada hari Selasa sebelum berkonsolidasi di pertengahan 1.1400 an. Republikan mempertahankan Senat dan Demokrat memenangka Dewan sebagaimana yang telah diperkirakan, namun cukup dramatis.

Mula-mula, Demokrat tampaknya berada pada jalurnya untuk suatu kemenangan yang besar, dan dolar AS pun jatuh. Perubahan terjadi selanjutnya dimana Republikan hampir saja berhasil mempertahankan Dewan. Dolar AS kembali bangkit dan EUR/USD jatuh sesaat dibawah 1.1400. Dengan berjalannya waktu, Demokrat mendapatkan makin banyak kursi dan dolar AS jatuh lagi.

Sementara hasilnya memang sesuai dengan yang diperkirakan, pemerintahan yang terbagi dua akan membuat kehidupan Trump menjadi lebih rumit. Dia akan menghadapi oposisi yang keras jika dia ingin melakukan pemotongan pajak lebih jauh dan akan menghadapi investigasi atas urusan bisnisnya.

Saat ini, setelah reaksi yang terbatas, pasar sedang bergerak maju, kembali ke topik semula.

1) Itali: Pertikaian antara Itali  dan Komisi Eropa atas budget yang defisit terus berlanjut. Menteri ekonomi Itali Giovanni Tria menyatakan optimismenya akan terjadinya kompromi, tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut.

2) Brexit: Faktor lain yang meggerakkan Euro datang dari saluran lain: Negosiasi Brexit yang telah mencapai waktu yang genting.  Optimisme akan tercapainya kesepakatan, paling lambat minggu ini, memicu naik Poundsterling dan juga mendukung Euro. Perkembangan atas hal ini terus diawasi.

3) Kebijakan moneter yang bersebrangan: Terakhir namun tidak terkecil, kebijakan moneter yang bertolak belakang tetap menjadi pengendali yang mendasari dan hal ini tidaklah menguntungkan bagi pasangan matauang ini. European Central Bank berjalan dibelakang the Fed di dalam menarik diri dari program stimulus. Lebih penting lagi, tanda-tanda kelemahan belakangan ini di zona euro membahayakan jalan untuk ECB menaikkan tingkat bunga pada bulan September 2019 dan bahkan kemungkinan menghasilkan suatu program TLTRO yang baru, yang menyuntikkan lebih banyak lagi uang kedalam ekonomi dengan program QE berakhir pada akhir tahun ini.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here