IHSG Senin Menanjak 1% ke 6118; Didorong Capital Inflow dan Rally Bursa Asia

156

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan Senin sore ini (3/12) terpantau menguat tajam kembali 1,03% atau 62,195 poin ke level 6.118,320 setelah dibuka naik ke level 6.118,06. IHSG didongkrak capital inflow asing ke pasar modal dan uang Indonesia, sementara bursa kawasan Asia umumnya juga rally dengan meredanya tensi konflik dagang AS dengan China.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau menguat tambah perkasa ke level Rp 14.208, dengan dolar AS makin tergerus di pasar Asia dan Eropa setelah ada kesepakatan gencatan senjata perang dagang AS-China. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.302.

Mengawali perdagangannya, terlihat IHSG menanjak 61,93 poin (1,02%) ke level 6.118,06. Indeks LQ45 juga naik 15,45 poin (1,6%) ke level 981,914. Sampai ke istirahat siang, IHSG tetap kuat di zona hijau ke level naik 89,80 poin (1,33%) ke 6.136,927 poin.

IHSG kemudian terus bertahan di zona hijau, lalu ditutup menguat cukup tajam 1,03% atau 62,195 poin ke level 6.118,320. Indeks LQ45 menguat 12,327 poin (1,28%) ke 978,786. Hari ini semua dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah pertambangan yang melejit 2,51%, diikuti sektor property yang naik 2,19%.

Tercatat sebanyak 235 saham naik, 177 saham turun dan 121 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 499.742 kali transaksi sebanyak 13,0 miliar lembar saham senilai Rp 12,5 triliun.

Sementara itu, bursa regional hari ini terlihat bergerak rally, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 1,00% dan Indeks Hang Seng yang naik melambung 2,55%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Aneka Tambang (ANTM) 19,51%, Matahari Dept Store (LPPF) 15,26%, Waskita (WSKT) 12,18%, dan Jasa Marga (JSMR) 7,99%.

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini terangkat oleh derasnya arus modal masuk yang menguatkan indeks saham dan nilai rupiah, sementara dapat support juga dari sentiment positif bursa kawasan Asia dan global oleh berita baik perkembangan perang dagang. Berikutnya IHSG kemungkinan akan agak rawan kena profit taking singkat, dengan garis uptrend-nya yang masih kuat, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.220 dan 6.360. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.990, dan bila tembus ke level 5.908.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here