Harga Minyak Jatuh Lebih 4 Persen Akibat Pernyataan Menteri Energi Arab Saudi

412

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak jatuh pada Kamis (06/12) setelah menteri energi Arab Saudi mengatakan bahwa pemotongan 1 juta barel per hari akan cukup untuk OPEC dan produsen minyak sekutunya.

Kartel minyak yang berpengaruh di dunia ini bertemu di kantor pusatnya di Wina, Austria, dengan tujuan mencapai kesepakatan atas tingkat produksi untuk enam bulan ke depan. Raksasa OPEC Arab Saudi telah memimpin seruan bagi kelompok itu untuk memangkas produksi, di tengah melonjaknya pasokan dan kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi akan mengikis permintaan bahan bakar.

Kerajaan kaya minyak itu telah mengindikasikan sebelumnya bahwa ia ingin kelompok itu mengekang produksi setidaknya 1,3 juta barel per hari. Namun, Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan kepada wartawan Kamis pagi bahwa pemotongan 1 juta barel akan cukup.

Pengamat pasar minyak mengharapkan pemotongan pasokan sekitar 1,2 juta hingga 1,4 juta barel per hari, dan dengan komentar Al-Falih ini menyebabkan harga merosot.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berdiri di $ 50,47, jatuh lebih dari 4,5 persen lebih rendah.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada $ 58,65 per barel pada sekitar 10:30 pagi waktu London, turun sekitar 4 persen untuk sesi tersebut,

Al-Falih menambahkan bahwa kerajaan merasa nyaman dengan harga minyak saat ini tetapi menegaskan bahwa belum ada keputusan tentang pemotongan produksi. OPEC diperkirakan menunggu Rusia sebelum memutuskan tingkat pemotongan produksi yang pasti. Lima delegasi yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters menjelang pertemuan bahwa tingkat pemotongan pasokan kelompok yang disukai akan secara efektif tergantung pada kontribusi Moskow.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak dikutip mengatakan Kamis bahwa akan “jauh lebih sulit” bagi Moskow untuk memangkas produksi minyak selama musim dingin karena kondisi dingin di ladang minyak Rusia.

OPEC mulai mengelola pasokan minyak mentah dalam kemitraan dengan Rusia dan beberapa negara lain tahun lalu untuk mengakhiri penurunan harga minyak yang menghukum.

Kelompok yang didominasi Timur Tengah memproduksi sekitar 40 persen dari minyak dunia dan memiliki sejarah panjang dalam menyesuaikan produksi untuk memandu pasar energi.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga minyak berpotensi lemah jika hasil pertemuan Wina memutuskan pemangkasan pasokan dibawah harapan pasar. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 50,00-$ 49,50, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 51,00-$ 51,50.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here