Iran Menjadi Kendala Persetujuan Pemotongan Produksi Minyak OPEC

391

(Vibiznews – Commodity) Iran tampil menjadi kendala utama bagi kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi minyak pada hari Jumat (07/12) dimana pemimpin kelompok itu Arab Saudi belum menyetujui pengecualian untuk sanksi yang diajukan Teheran, kata dua sumber OPEC.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak memulai kembali diskusi di Wina pada siang hari sebelum menuju ke pertemuan dengan produsen minyak non-OPEC yang dipimpin oleh Rusia.

Pada Kamis, OPEC secara tentatif menyetujui pengurangan produksi minyak tetapi tidak bisa memutuskan parameter konkret untuk pengurangan karena menunggu komitmen dari produsen besar non-OPEC, Rusia, sumber dari kelompok itu mengatakan.

Pada hari Jumat, dua sumber OPEC mengatakan saingan Arab Saudi, Iran yang berada di bawah sanksi AS baru pada bulan November, juga memegang kesepakatan akhir.

“Iran akan bersikeras untuk dikecualikan sampai sanksi dihapus,” kata salah satu sumber OPEC.

Arab Saudi telah mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk membantu ekonomi global dengan menahan pemotongan pasokan.

Dan dengan Trump yang berusaha menekan Teheran dengan sanksi, pemangkasan produksi OPEC akan memberikan dukungan tambahan ke Iran dengan meningkatkan harga minyak.

Perwakilan khusus AS untuk Iran Brian Hook bertemu Menteri Energi Saudi, Khalid al-Falih di Wina pekan ini, dalam perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya menjelang pertemuan OPEC. Arab Saudi pertama membantah pembicaraan Hook-Falih terjadi.

Harga minyak mentah telah jatuh hampir sepertiga sejak Oktober hingga di bawah $ 60 per barel karena Arab Saudi, Rusia dan Uni Emirat Arab meningkatkan produksi untuk mengimbangi ekspor yang lebih rendah dari Iran, produsen terbesar ketiga OPEC.

Penurunan harga mendorong OPEC dan sekutunya untuk membahas pengurangan produksi, dan Falih mengatakan pada hari Kamis kemungkinan pengurangan oleh mereka yang terlibat berkisar 0,5-1,5 juta bpd.

Pengurangan 1 juta bpd akan diterima dan sejauh ini adalah skenario utama, kata Falih, tetapi menambahkan bahwa Rusia perlu melakukan volume signifikan.

“Kami masih ingin Rusia memotong sebanyak mungkin,” kata Falih kepada wartawan.

OPEC dijadwalkan akan melanjutkan pertemuannya setelah pukul 0800 GMT, diikuti dengan pembicaraan dengan sekutu setelah 1100 GMT.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here